Mahasiswa FEB UNB Sukses Mengikuti Internastional Internship di Osaka, Jepang

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Bangsa kembali mencatatkan prestasi membanggakan! Sebanyak 14 mahasiswa terpilih untuk mengikuti program internship internasional di salah satu perusahaan multinasional Jepang, yaitu SEIWA WAX LOGISTIC Co. Ltd. Dan tahun 2025 ini adalah angkatan ke 3. Program ini tidak hanya membuka wawasan global, tetapi juga memberikan pengalaman kerja nyata di lingkungan industri berstandar internasional.
Selama mengikuti internship, mahasiswa FEB UNB berkesempatan mempelajari budaya kerja profesional di Jepang, mengasah keterampilan teknis, serta memperkuat soft skills seperti kedisiplinan, kerja tim, dan komunikasi lintas budaya. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa UNB mampu mencetak lulusan yang kompetitif, berdaya saing global, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja internasional.
Jajaran pimpinan UNB menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada mahasiswa dan seluruh pihak yang terlibat, serta menegaskan bahwa UNB akan terus memperluas jejaring kerja sama internasional untuk memberikan lebih banyak peluang bagi mahasiswa, tidak hanya FEB tapi juga semua fakultas yang ada di UNB.
Ingin merasakan pengalaman kuliah yang tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga membuka jalan menuju karier internasional? Daftarkan dirimu sebagai mahasiswa FEB UNB dan jadilah bagian dari generasi muda yang siap berkiprah di kancah global.
📌 Informasi pendaftaran dapat diakses melalui website resmi UNB atau langsung menghubungi tim Humas UNB.
Fakultas Kehutanan UNB dan Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan- Kementerian Kehutanan Sepakati Tindak Lanjut Pengelolaan KHDTK Haurbentes

Bogor, 11 September 2025 – Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa (Fahutan UNB) bersama Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan (P2HB) Kementerian Kehutanan melakukan tindak lanjut kerjasama strategis terkait pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Haurbentes.
Pertemuan ini membahas pembentukan tim pelaksana yang akan mengawal implementasi kegiatan di KHDTK. Kepala P2HB, Gun Gun Hidayat, Ph.D., menyampaikan harapan agar kerjasama ini segera terealisasi.
“Kami berharap proses pembentukan tim dan implementasi di lapangan dapat berjalan dengan cepat, sehingga KHDTK Haurbentes benar-benar menjadi model pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Gun Gun.
Pelaksanaan kegiatan resmi dimulai pada Senin, 15 September 2025, dengan lingkup program meliputi:
- Identifikasi potensi KHDTK Haurbentes
- Pengembangan mikoriza hayati
- Pemberdayaan masyarakat sekitar hutan
- Pengelolaan wisata berbasis konservasi
Dekan Fakultas Kehutanan UNB, Prof. Dr. Ir. Luluk Setyaningsih, menekankan pentingnya kolaborasi multipihak.
“Kerjasama ini akan lebih optimal jika melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pemerintah, akademisi, masyarakat, hingga sektor swasta. Dengan demikian, target kegiatan dapat tercapai secara menyeluruh,” tegasnya.
Melalui langkah ini, Fahutan UNB dan P2HB berkomitmen menjadikan KHDTK Haurbentes sebagai pusat pembelajaran, penelitian, sekaligus model pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat.
Perempuan Tani di Bogor Dibekali Ilmu Keuangan dan Rencana Usaha
Di sebuah aula sederhana di Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Senin (8/9/2025), suasana ramai dipenuhi semangat belajar puluhan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Griya Amanah dan KWT Beringin. Mereka bukan hanya belajar cara menanam sayuran melalui urban farming, tetapi kini dibekali pengetahuan baru: bagaimana mengatur keuangan dan menyusun rencana usaha.
Pelatihan ini digagas oleh Tim PKM Fakultas Agroteknopreuner & Agraria Universitas Nusa Bangsa (UNB) yang terdiri dari dosen dan mahasiswa. Program ini merupakan bagian dari kegiatan peningkatan ketahanan pangan keluarga melalui urban farming yang didanai Hibah Dikti 2025.
Sari Anggarawati, ketua tim, menjelaskan bahwa perempuan tani perlu memiliki pemahaman keuangan yang baik agar usaha kelompok lebih mandiri. Ia percaya, dengan perencanaan bisnis yang matang, produk hasil pertanian lokal akan mampu bersaing di pasar.
Materi diberikan oleh Mulyana Gustira Putra, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNB. Para peserta diperkenalkan pada pencatatan arus kas sederhana, cara menabung, hingga strategi pemasaran. Tak berhenti di teori, mereka juga langsung mencoba membuat business plan sesuai usaha yang sedang dirintis.
Bagi Devi Azriani, salah satu anggota KWT, pengalaman ini terasa berharga. “Sekarang kami lebih tahu bagaimana mengelola uang usaha dan lebih percaya diri mengembangkan produk olahan pertanian,” ujarnya dengan antusias.
Pelatihan juga mendapat dukungan penuh dari Plt Lurah Kencana, Aristianingsih. Ia berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada peserta saja, tetapi menyebar ke kelompok lain di sekitar kelurahan.
Sebagai penutup, setiap kelompok menerima bantuan peralatan pertanian urban farming. Harapannya, dengan bekal ilmu dan dukungan sarana ini, KWT bisa meningkatkan produksi, memperluas usaha, sekaligus memberi kontribusi pada perekonomian keluarga dan lingkungan sekitar.
UNIVERSITAS NUSA BANGSA BOGOR MENJADI PUSAT PERADABAN ASIA DENGAN MENGADAKAN ISOGOC V (International Seminar On Government And Civilization) Cross-Civilization In The Industrial Revolution 5.0 : Politics, Science And Environmental Sustainability
Kampus Universitas Nusa Bangsa Bogor pada hari selasa tanggal 2 September 2025 mengadakan kerjasama dengan Universitas Nusa Putera Malaysia kegiatan ISOGOC V (International Seminar On Government And Civilization Cross-Civilization In The Industrial Revolution 5.0) melalui daring dan luring. Tema yang diusung adalah Politics, Science And Environmental Sustainability.
Kegiatan seminar dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan kedua Negara, dan dilanjutkan dengan sambutan dari Universitas Nusa Bangsa oleh Prof. Dr.Ucu Cahyana selaku wakil rektor bidang akademik dan Dr. Mohd Mahadee Ismail selaku Ketua Jabatan Pengajian Kenegaraan dan Ketamadunan, Universitas Putera Malaysia.
Acara Seminar ini dibuka oleh Walikota Bogor Dedie Abdu Rachim. Dalam pidatonya, walikota sangat berharap agar acara ini dapat berkontribusi bagi penguatan silaturahmi antar bangsa dan juga bagi pengembangan keilmuan tata kelola pemerintahan kota Bogor.

Walikota Bogor membuka Seminar didampingi Prof. DR. Ucu Cahyana (UNB) dan disaksikan oleh DR. Mohd Mahadee Ismail
Keynote speaker ISOGOC V berasal dari Indonesia, Malaysia dan Singapura. Pertama, Prof. Dr. Ir. Budi Mulyanto, M.Sc (UNB-Indonesia), yang menampilkan tematik INDONESIA Challenges and Opportunities for Sustainable Oil Palm Smallholder Plantations in the Market Globalization (Tantangan dan Peluang Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat yang Berkelanjutan di Era Globalisasi Pasar). Prof Budi sangat menekankan pentingnya jaminan pasar global dan berkelanjutan bagi industri sawit di Indonesia.
Selanjutnya Prof. Dr. Zaid Ahmad (International Islamic University Malaysia, Amal Putra, UPM, Malaysia) dengan tema Humanizing Education and Reclaiming Wisdom: Indigenous Knowledge and The Challenges Of Ir 5.0 (Memanusiakan Pendidikan dan Merebut Kembali Kearifan: Pengetahuan Adat dan Tantangan IR 5.0). Intinya Prof. Zaid menekankan proses humanisasi ditengah-tengah gempuran teknologi. AI (Artificial Inteligent) jangan dijadikan musuh tetapi harus dijadikan asisten dalam bekerja.

Keynote Speaker : Prof. Dr. Zaid Ahmad (UPM), Prof. Dr. Ucu Cahyana (UNB) dan panitia dari UPM Dr. Ratna Roshida Ab. Razak
Terakhir dan agak berbeda dengan kedua keynote speaker sebelumnya, Dr. Max Lane (Senior Visiting Fellow, Yusof Ishak Institute, Singapore) menyajikan tema khusus yang berjudul : Indonesia: State Power and Civil Society at a Time of Socio-Economic Dead End (Indonesia: Kekuasaan Negara dan Masyarakat Sipil di Masa Kebuntuan Sosial-Ekonomi). Dr. Max Lane dengan tidak bermaksud mendikotomikan antara kekuasaan Negara dan masyarakat sipil di tengah-tengah krisis sosial dan ekonomi di Indonesia, tetapi diharapkan keduanya saling melengkapi dan bersinergi, mengingat sangat kritisnya kestabilan bangsa dan Negara Indonesia. Sesi ini dipandu oleh panitia dari UPM Malaysia Assoc. Prof. Dr. Ratna Roshida Ab. Razak.
Peserta Seminar diikuti kalangan akademisi, peneliti dan pelaku industri dan masyarakat sipil lainnya dari negara Malaysia, Singapura, Pakistan, Cina dan Indonesia. Peserta berjumlah 133 orang yang terdiri dari 33 orang presenter offline, 30 orang presenter online, 45 non presenter dan 25 orang mahasiswa UNB.
Kelancaran acara ini tidak luput juga dari peran sponsor yang telah banyak membantu dari sisi pendanaan, antara lain : Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kab. Subang, BPN Kab. Bogor, PT Antam Tbk. UB Pertambagan Emas Pongkor, PT Wanantara Alesha Sadhana, PT Meganesia Tirta Foresta, BPN Depok, PT NKL (Nusa Kelola pLestari), LSPHI (Lembaga Sertifikasi Profesi Kehutanan Indonesia) dan Dosen Peserta.

Peserta Onsite ISOGOC V
Humas Universitas Nusa Bangsa Bogor
2 September 2025
Baktos, Agus Pranamulia

