Universitas Nusa Bangsa adakan lokakarya hasil KKN-PPM periode II secara online

Universitas Nusa Bangsa (UNB) menyelenggarakan Lokakarya Hasil- hasil Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II Tahun Akademik 2019-2020 secara online atau dalam jaringan (daring), Sabtu (2/5/2020).

Lokakarya ini merupakan tahap akhir kegiatan KKN-PPM yang bertujuan mewujudkan tanggung jawab mahasiswa peserta KKN-PPM, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dan panitia penyelenggaraan KKN-PPM di wilayah Kabupaten Bogor dengan lokasi Desa Sukaraksa dan Desa Sukamaju di Kecamatan Cigudeg, serta Desa Bantar Karet di Kecamatan Nanggung.

Kegiatan dibuka secara resmi Rektor UNB Dr. Yunus Arifien, dihadiri oleh undangan dari Bappedalitbang Kabupaten Bogor, para wakil rektor, dekan, ketua prodi, dan diikuti oleh para DPL beserta mahasiswa peserta KKN-PPM yang berjumlah 56 orang.

Ketua Panitia KKN-PPM UNB, Dr. Faizal Maad, dalam laporan bertemakan “Pemberdayaan Masyarakat untuk Meningkatkan Kemampuan Mitigasi Bencana” mengatakan, pelaksanaan KKN-PPM ini berlokasi di tiga desa yang rawan dan terdampak bencana alam, khususnya longsor dan banjir, yakni Desa Sukaraksa dan Sukamaju di Kecamatan Cigudeg, serta Desa Bantar Karet di Kecamatan Nanggung dalam wilayah Kabupaten Bogor.

“Kegiatan KKN-PPM berlangsung dari tanggal 02-16 Maret 2020, dan sempat dihentikan pada 17 Maret sampai 31 Maret 2020, karena wabah Covid-19. Kegiatan dilanjutkan kembali pada 2 April hingga 21 April 2020 secara online (KKN-PPM online) dan melengkapi tema KKN dengan “Meningkatkan Kemampuan untuk Mitigasi Wabah Bencana Covid-19’’.

Secara menyeluruh, program KKN-PPM UNB yang sudah diselenggarakan meliputi:

1. Mitigasi bencana alam berupa trauma healing, edukasi masyarakat tentang pengelolaan, pengendalian penggunaan sumber daya alam dan lingkungan di daerah rawan bencana, pengelolaan sampah, serta edukasi penentuan alur evakuasi bagi masyarakat korban di daerah rawan bencana.

2. Pengembangan ekonomi perdesaan berupa inisiasi pemetaan potensi ekonomi perdesaan, inisiasi pembentukan lembaga ekonomi perdesaan, penyuluhan tentang tata cara pembentukan kelompok tani, difusi inovasi media tanam sayuran berbasis sumber daya lokal, pemasaran produk kerajinan rumah tangga perdesaan, keselamatan kerja bagi perajin batu asah.

3. Mitigasi bencana wabah Covid-19 berupa edukasi perilaku hidup sehat, edukasi protokol kesehatan dalam menghadapi wabah Covid-19, edukasi pembuatan sanitizer berbasis bahan lokal, pembuatan masker secara sederhana dari bahan kain, pembagian sembako beserta hand sanitizier yang dihimpun dari sumbangan mahasiswa peserta KKN-PPM dan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) pada waktu penutupan KKN-PPM UNB.

Ketua LPPM UNB, Dr. Zainal Muttaqin, dalam sambutannya mengatakan bahwa KKN-PPM UNB sudah berjalan sesuai dengan tema, walaupun dalam perjalanan dihadapkan kepada serangan wabah Covid-19, tetapi diyakini tidak menghilangkan esensi KKN-PPM.

KKN-PPM menyesuaikan programnya untuk mendukung dan membantu pemerintah, serta masyarakat dalam menghadapi wabah Covid-19. Wakil dari Bapedalitbang Kabupaten Bogor, dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemda Kabupaten Bogor sangat mengapresiasi UNB melalui kegiatan KKN-PPM.

UNB telah mengambil peran strategis untuk membantu pemerintah daerah dalam mengakselerasi program pembangunan daerah, khususnya program mitigasi bencana di daerah rawan bencana alam, dan mitigasi bencana Covid-19 yang sedang mewabah.

“Selama ini UNB telah ikut berkontribusi dalam pengembangan inovasi daerah. Diharapkan kedepan UNB akan tetap memberikan kontribusi bagi pembangunan di Kabupaten Bogor,”

BEM Universitas Nusa Bangsa dan Ormawa (Organisasi kemahasiswaan) Salurkan Bantuan untuk Mahasiswa Perantau.

BEM KM dan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Universitas Nusa Bangsa Bogor (UNB), membagikan paket sembako, handsanitizer dan masker gratis.

Pendistribusian bantuan ini diberikan kepada mahasiswa perantau dan masyarakat sekitar kampus yang sangat perlu diperhatikan kebutuhan mendasarnya.

Penyaluran bantuan ini dilakukan selama dua hari, 17-18 April 2020 bertempat di Sekretariatan BEM UNB.

“Dalam pelaksanaannya kami melakukan pendataan online yang diserahkan oleh Ormawa masing-masing. Dalam pembungkusan donasi kami pun mengikuti anjuran pemerintah tidak melebihi lima orang, dan memakai protokol kesehatan. Pada saat penyaluran donasi pun kami mengunakan sistem physical Distancing dengan kebersihan yang terjaga,” ujar Arisman, Presiden Mahasiswa UNB.

Menurut Arisman, mahasiswa perantau merupakan generasi bangsa yang tetap semangat dalam mengahadapi beban seperti apapun di tanah rantauannya.

“Maka dari itu, kebutuhan-kebutuhan mendasar seperti ini perlu kita sediakan dan saling melengkapi untuk melawan Covid-19 ini, sehingga orang tua di rumah tidak terlalu berat memikirkan anak-anaknya. Semoga pemerintah daerah dan provinsi juga segera memperhatikannya,” tutur Arisman.

Ia menjelaskan bahwa total bantuan yang tersalurkan berupa 60 paket sembako. 84 masker, 20 liter disinfektan dan 2 liter handsanitizer. Bantuan tersebut berasal dari hasil penggalangan dana secara online.

“Saya mewakili mahasiswa perantau sangat berterimakasih atas bantuan donasinya dari BEM dan Ormawa UNB serta pemberi sumbangan. Cukup membantu sekali, teruslah saling support dalam mencegah Covid-19,” ungkap Elson Wonda mahasiswa asal Papua.

KEGIATAN KKN UNIVERSITAS NUSA BANGSA MENYULAP HUNIAN EVAKUASIMENJADI PENUH WARNA (RELOKASI KORBAN BENCANA ALAM CIGUDEG KABUPATEN BOGOR)

Mahasiswa Kelompok 3 program Kuliah KerjaNyata (KKN) Universitas Nusa BangsamenyelenggarakankegiatanKKN di Desa Sukaraksa Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor, dengantema“Pemberdayaan Masyarakat untuk Meningkatkan Kemampuan Mitigasi Bencana”. KKN berlangsung mulai tanggal      2 Maret 2020. Desa ini cukup parah terdampak bencana alam yang  terjadi pada awal  tahun 2020 lalu.

Mahasiswa KKN Kelompok 3 UNB tergerak hatinya dan merasa terpanggil,  saat pertama pertama kali mahasiswa mengunjungi hunian relokasi korban dampak bencana longsor dari warga masyarakat RT 02, RW 12, kampung Babakan Manglid, Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Terdapat 83 kepala keluarga dengan  92 rumah hunian yang telah disediakan pemerintah desa setempat. Namun demikian, tampak suasana monoton dan nuansa pasca bencana begitu kuat.Masyarakat masih merindukan rumah tempat tinggal lamanya dan merasa jenuh menetap di hunian relokasi tersebut. Dari latar belakang tersebut, para mahasiwa berupaya untuk menciptakan gagasan agar atmosfir suasana yang lebih positif di lingkungan masyarakat dapat tercipta sehingga muncullah ide Program kerjapengecatan hunian yang telah berhasil dilaksanakan pada hari minggu 15 Maret 2020. Kegiatan ini sangat disambut antusias oleh masyarakat dengan terjunnya mereka bersama-sama bergabung dengan mahasiswa KKN UNB.

Setelah hunia tercat, terlihat suasanalingkungan yang lebih indah, cantik dan bersih.Warnadari cat yang dipilih adalah beragam warna-warna yang cerah, sehingga tidak hanya tujuan secara fisik yang bias dicapai, tetapi juga bertujuan untuk memberikan efekpsikis yang lebih positif dan ceria. Dengan demikian dapat meminimalisir kejenuhan masyarakat selama menetap di hunian ini, dan dapat memulihkan kembali semangat hidup masyarakat.

Kelompok 3 KKN yang di ketuai oleh Saldi, salah seorang mahasiswa PS Kimia FMIPA yang beranggotakan Hendra, Trika Jati, Sri dan Dewi serta dibawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Mamay Masalahat dan Kustin Bintani ini merasa puas dan senang telah menyelesaikan proses pengecatan. Mereka berharap hunian masyarakat korban bencana alam ini dapat juga menjadi daya tarik untuk para pengunjung dari luar, sehingga secara tidak langsung berpeluang memajukan perekonomian masyarakat korban bencana.

Hasil

 

Pengabdian Masyarakat Dosen FMIPA Universitas nusa bangsa : Pembuatan Handsanitizer Ramah Lingkungan

Bogor_Di tengah pandemic covid – 19, Universitas Nusa Bangsa melalui Laboratorium Kimia, Fakultas MIPA memproduksi Handsanitizer dan disinfektan. Berawal dari inisiasi untuk pengabdian kepada masyarakat, UNB melalui laboratorium Kimia, FMIPA memproduksi handsanitizer dan disinfektan sebagai upaya pemutusan penyebaran virus. Produksi handsanitizer dan disinfektan ini dibawahi oleh Nurlela, S.Si.,M.Si sebagai Ka Lab Kimia dan Dosen FMIPA UNB. Pada Senin (23/03) handsanitizer sudah mulai didistribusikan untuk kalangan terbatas di lingkungan Universitas Nusa Bangsa. Menurut Nurlela, “kegiatan pembuatan handsanitizer merujuk kepada formula dari WHO, jadi kita buat sesuai dengan formula dari WHO, kebetulan untuk bahan – bahan tersedia di Lab Kimia”, ujarnya. Nurlela menambahkan “Kelebihan dari produk ini adalah, selain ramah lingkungan, bebas klorin aman untuk kulit sensitive”

Dosen Fakultas MIPA Universitas Nusa Bangsa, Adakan Penyemprotan Disinfektan sebagai Wujud Pengabdian kepada Masyarakat

Sebagai bentuk pengamalan Tri Darma Perguruan Tinggi, Fakultas MIPA Universitas Nusa Bangsa Adakan Penyemprotan Disinfektan sebagai Wujud Pengabdian kepada Masyarakat.

Dosen Fakultas MIPA Universitas Nusa Bangsa bekerjasama dengan LPPM UNB melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan  penyemprotan disinfektan pada fasilitas umum sekitar kampus, diantaranya masjid dan musola di wilayah kukupu Tanah Sareal, Kamis (26/3/20).

Kegiatan yang dilakukan tersebut melibatkan seluruh Dosen Fakultas MIPA Universitas Nusa Bangsa dan LPPM UNB.

Rektor UNB Dr. Ir. Yunus Arifien, M.Si melalui sambungan telepon  menyebutkan bahwa Kegiatan penyemprotan dan pembagian disinfektan merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat Universitas Nusa Bangsa.

“Sejak awal adanya wabah Covid – 19 UNB dan sudah melakukan upaya kewaspadaan baik di lingkungan kampus maupun di sekitar kampus,” Ujarnya.

Lebih lanjut Yunus mengatakan, kegiatan semacam ini tidak hanya dilakukan ketika sedang ada wabah Covid-19 saja.

Fakultas Pertanian UNB Mengedukasi Masyarakat Desa Bantar Karet Kecamatan Nanggung untuk Memanfaatkan Tanaman Obat dalam Rangka Meningkatkan Imunitas Menghadapi Covid-19

Maraknya  perkembangan Virus Covid-19 di Indonesia yang telah menyebar ke beberapa daerah dan telah menimbulkan kepanikan yang luar biasa pada beberapa warga masyarakat.  Namun, sebagaimana telah diketahui bahwa Virus Covid-19 tidak menyebabkan kematian pada orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh yang baik (imunitas) meskipun mereka telah terpapar oleh virus ini.

Upaya untuk meningkatkan imunitas tubuh dapat dilakukan salah satunya dengan mengkonsumsi beberapa jenis tanaman obat dan rempah yang telah lama dikenal di negara kita sebagai obat tradisional atau “Jamu”.

Universitas Nusa Bangsa melalui Fakultas Pertanian ikut berupaya aktif melakukan edukasi ke masyarakat untuk menyadarkan akan manfaat tanaman obat dan rempah yang banyak ditanam di lahan pekarang rumah untuk dijadikan minuman atau kudapan dalam rangka menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas keluarga yang murah dan terjangkau serta dapat memanfaatkan peluang usaha untuk menambah penghasilan keluarga.

Desa Bantar Karet dengan wisata alamnya “Curuk Love” terletak di Kecamatan Nanggung merupakan desa menghasil tanaman obat, di mana mudah menemukan beberapa jenis tanaman obat seperti: Jahe Merah, Sereh, Lengkuas, Kunyit dan lainnya.  Berbekal tanaman ini, maka Fakultas Pertanian Universitas Nusa Bangsa melakukan pengabdian masyarakat di Desa Nanggung pada tanggal 15 Maret dengan judul “Pemanfaatan anaman Obat di Lahan Pekarangan untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh serta Pendapatan Keluarga Sekitar Kawasan Pariwisata Curuk Love”

Mahasiswa KKN-PPM Universitas Nusa Bangsa Lakukan Pelatihan Segana.

Mahasiswa KKN-PPM UNB Lakukan Pelatihan Segana (Sekolah Siaga Bencana), Sabtu (14/3).

Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Nusa Bangsa merupakan salah satu bentuk pengabdian terhadap masyarakat dalam rangka memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Pemberdayaan masyarakat desa berdasarkan UU RI Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, Bab 1 Pasal 1 Nomor 8, menyatakan bahwa pembangunan desa adalah upaya peningkatan kualitas hidup dan kehidupan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa.

KKN-PPM kali ini mengangkat tema Besar “Pemberdayaan Masyarakat Untuk Meningkatkan Kemampuan Mitigasi Bencana” dan terbagi beberapa kelompok yang tersebar dibeberapa desa yang ada di Kabupaten Bogor. Kelompok 10 kebagian Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Kawasan ini merupakan zona merah yang rawan bencana alam (tanah longsor, banjir ).

Salah satu program kerja Kelompok 10 yang dipimpin oleh Arisman, membuat SEGANA (Sekolah Siaga Bencana) yang berada di Sekolah Dasar Negeri Nunggul, di dalamnya kami sosialisasi tentang Mitigasi bencana, simulasi tangkap bencana, membuat alur evakuasi bencana, dan hiburan sebagai trauma healing.

Kegiatan Segana diikut sertakan oleh 120 siswa/siswi, mereka mendapatkan materi dalam kelas dan dilapangan langsung dibimbing oleh mahasiswa dan mahasisi yang KKN-PPM.

“Untuk materi di lapangan, kami memberikan petunjuk jalur evakuasi, yaitu penjelasan tujuan, dan cara membaca jalur evakuasi, cara melindungi kepala dengan tas yang benar, serta tanda seperti bunyi alarm sebagai pengingat.” Ujar Arisman.

Kepala SDN Nunggul, Ikin Sodikin S.Pd sangat mengepresiasi dan mendukung program yang dilaksanakan mahasiswa/i KKN-PPM Universitas Nusa Bangsa ini, Tutur Kelompok 10 KKN-PPM UNB yang diketua oleh Arisman.

“Semoga apa yang berikan oleh kami kepada siswa/i sebagai generasi bangsa dapat menerapkannya di lingkungan sekitar. Juga dapat menyebarluaskan kepada teman-temannya. Supaya nilai kebermanfaatannya terus mengalir.” Pungkasnya.

Visinews.net

Penandatangan MOU Kerjasama antara Fakultas Pertanian Universitas Nusa Bangsa dengan BB PADI Sukamandi.

Fakultas Pertanian Universitas Nusa Bangsa (UNB) terus memperluas jaringan kerjasamanya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran di Era 4.0 dan mempersiapkan Program Merdeka Belajar di kampus UNB. Fakultas Pertanian UNB melakukan MOU kerjasama dengan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB PADI) Sukamandi. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian Ir. Sari Anggarawati, MSi dengan Kepala BB PADI Sukamandi, yang dilaksanakan Kamis (12 Maret 2020) di Gedung Pertemuan BB PADI, dihadiri oleh beberapa staf pengajar dan mahasiswa Fakultas Pertanian UNB. Bidang yang dikerjasamakan meliputi pemagangan mahasiswa, penelitian bersama dan perakitan varietas. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Laboratorium koleksi plasma nutfah padi serta ke lapang untuk melihat dan mendapatkan penjelasan mengenai teknologi budidaya tanaman padi dan pengendalian organisme penganggu tanaman (OPT) oleh peneliti dari BB Padi.

Penandatanganan MOU kerjasama antara pascasarjana universitas nusa bangsa dengan Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia.

Pada hari Jumat, tanggal 06 Maret 2020, Kamaruddin Batubara, SE, ME. Ketua Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia, dan Dr. Ir. James Sinurat, MURP. Direktur Pascasarjana Universitas Nusa Bangsa Kedua belah pihak sepakat untuk mewujudkan kerjasama antara Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia dengan Pascasarjana Universitas Nusa Bangsa Bogor yang dilandasi semangat kemitraan.

Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan serta memupuk hubungan kelembagaan, kemitraan serta saling membantu dalam melaksanakan kegiatan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

Kerjasama Universitas Nusa Bangsa dengan Bappedalitbang kabupaten Bogor.

Bogor 10 Maret 2020, Sebagai upaya penyebaran informasi teknologi hasil penelitian dan promosi kepada masyarakat, Universitas Nusa Bangsa (UNB) bekerjasama dengan Bappedalitbang Kabupaten Bogor, melaksanakan difusi inovasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan berlangsung di Desa Kemang Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Selasa (10/3/2020).

Hasil penelitian yang disampaikan yaitu ‘Pemanfaatan Lahan Pekarangan dengan Sistem Vertikultur dan Pascapanen Tanaman Talas Varietas Baru Febi521’. Kemang H. Entang Suana, dengan peserta sekitar 60 orang.

Turut hadir pada kegiatan ini Kepala LPPM UNB Zaenal Mutaqin dan Bappedalitbang Kabupaten Bogor Iskandar Zulkarnaen serta Rini Kusumawati.

Kepala LPPM UNB Zaenal Mutaqin menyatakan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian UNB dalam mencerdaskan masyarakat.

“Sekaligus juga menambah skill para pemuda-pemudi karang taruna sehingga mampu mendukung pembangunan desa,”