MUSYAWARAH BESAR BEM KEHUTANAN – SYLVA INDONESIA (PC.) UNIVERSITAS NUSA BANGSA 2021

Bogor, 26 Desember 2021

Badan Eksekutif Mahasiswa Kehutanan – Sylva (PC.) Universitas Nusa Bangsa 2021 mengadakan kegiatan Musyawarah Besar (MUBES) secara Luring di akhir periode organisasi tahun 2020 – 2021 pada tanggal 26 Desember  2021 dengan tema ” Berbeda Warna Bersatu Untuk Musyawarah Bersama Membangun Jiwa Pemimpin”, dilaksanakan di ruang 19 Gedung Universitas Nusa Bangsa dengan peserta terdiri dari  Keluarga besar Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa dan perwakilan masing – masing dari angkatan 29, 30, 31, 32, 33 dan Dewan Perwakilan Mahasiswa.

Kegiatan yang diselenggarakan selama satu hari tersebut diisi dengan serangkaian kegiatan, yaitu pembahasan dan penetapan AD/ART,  pemaparan LPJ BEM Kehutanan – Sylva Indonesia (PC.) Universitas Nusa Bangsa periode 2020 – 2021, pemilihan ketua DPM & BEM Kehutanan – Sylva Indonesia (PC.) Universitas Nusa Bangsa periode 2021 – 2022. Sidang pleno tentang AD/ART dipimpin oleh pimpinan sidang, yang terdiri dari  Presidium I, Presidium II, dan Presidium III. Terdapat calon tunggal ketua dan wakil ketua BEM Kehutanan – Sylva Indonesia (PC.) Universitas Nusa Bangsa yaitu Siti Nurhayati Putri mahasiwi dari peminatan Manajemen Hutan semester V dan Muhammad Raihan Sunarya mahasiswa Jurusan Kehutanan semester III,  mereka ditetapkan sebagai ketua dan wakil ketua BEM Kehutanan – Sylva Indonesia (PC.) Universitas Nusa Bangsa periode 2021-2022, serta Uzi Darrel I  yang terpilih sebagai ketua DPM Kehutanan – Sylva Indonesia (PC.) Universitas Nusa Bangsa periode 2021 – 2022.

Kegiatan Musyawarah Besar (MUBES) ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan dengan tujuan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja para pengurus BEM Kehutanan – Sylva Indonesia (PC.) Universitas Nusa Bangsa periode  2020 – 2021. Kegiatan Musyawarah Besar (MUBES) ini dilaksanakan pada Tanggal 26 Desember 2021 dari pukul 13.00 PM sampai Pukul 02.00 AM membahas AD/ART, pemaparan LPJ BEM Kehutanan – Sylva Indonesia (PC.) Universitas Nusa Bangsa periode 2020 – 2021, dan pemilihan ketua DPM dan BEM Kehutanan – Sylva Indonesia (PC.) Universitas Nusa Bangsa periode 2021 – 2022.


Sambutan dari Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa

 


Sambutan dari Kepala Bagian Kemahasiswaan Universitas Nusa Bangsa

 


Pembahasan dan penetapan AD/ART

 


Penandatanganan dan serah terima jabatan Ketua BEM Kehutanan Sylva (PC.) Universitas Nusa Bangsa periode 2021-2022

 

Siti Hayati Putri

(Ketua BEM Kehutanan Sylva (PC.) Universitas Nusa Bangsa periode 2021-2022)

Muhammad Raihan Sunarya

(Wakil BEM Kehutanan Sylva (PC.) Universitas Nusa Bangsa periode 2021-2022)

Focus Group Discussion (FGD) Kajian Dampak Implementasi Pembelajaran Merdeka Belajar Kampus Merdeka Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Nusa Bangsa

Pada Selasa, 21 Desember 2021, Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion tentang Dampak Implementasi Pembelajaran Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Program Studi Kehutanan, Universitas Nusa Bangsa secara hybrid (daring dan luring).  Kegiatan ini ditujukan untuk menjaring masukan para pihak, terkait pembelajaran MBKM Prodi Kehutanan, yang sedang berlangsung pada semester ganjil Tahun Ajaran  2021/2022.  Selain Mahasiswa, Dosen dan Tenaga kependidikan Prodi Kehutanan UNB, kegiatan FGD juga dihadiri oleh para mitra dalam implementasi MBKM, diantaranya: Dirut PT Hutan Produksi Lestari, Kepala BKPH Ujung Krawang Perhutani, Kepala KPH Produksi Bengkayang Kalbar, Kaprodi Kehutanan Universitas Kuningan, Pusat Standardisasi Instrumen Pengelolaan Hutan Berkelanjutan Badan Standarisasi Indonesia, Kepala Desa Daleman, Kabupaten Klaten. Dekan Fakulktas Kehutanan UNB, Dr. Ir. Luluk Setyaningsih, M.Si., menyampaikan laporan bahwa pada semester ganjil T.A. 2021/2022, Prodi Kehutanan mengimplementasikan  5 model pembelajaran MBKM dari 8 model yang dicanangkan secara nasional, yaitu mengikuti perkuliahan pada Prodi lain di UNB, mengikuti perkuliahan pada Prodi Kehutanan di Universitas Kuningan, Magang Dasar Pengelolaan Hutan Lestari di Perhutani Divre Jabar Banten, Magang Tematik, KKN Tematik.  Dr. Rinekso Soekmadi, Anggota Dewan Pendidikan Tinggi Kementerian Dikbud, yang berkenan hadir sebagai narasumber, mengingatkan bahwa indikator transformasi pendidikan tinggi diantaranya mahasiswa  mendapat pengalaman  di luar kampus, praktisi mengajar di kampus, kelas kolaboratif dan partisipatif serta kerjansama dengan berbagai mitra.

Para mitra yang hadir secara virtual, sangat mengapresiasi kerjansama yang telah dilakukan Fakultas Kehutanan UNB untuk mengimplementasikan MBKM.  Kerjansama tersebut tidak hanya akan memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa, namun juga mendekatkan kebutuhan dunia industri dengan  calon lulusan yang kompeten.   Dalam rangka memperkuat dan mengembangkan MBKM Prodi Kehutanan, dalam FGD ini, para mitra memberikan beberapa saran seperti peningkatan peran mitra dalam perumusan capaian pembelajaran untuk disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, peningkatan fleksibilitas dan memperluas rekognisi pembelajaran MBKM dalam SKS dan mata kuliah, serta meningkatkan kapasitas dosen pendamping dan tutor, serta infrastruktur yang memungkinkan jangkauan pembelajaran jarak jauh lebih memungkinkan dilakukan.

Kegiatan FGD yang dibuka secara resmi pelaksanaannya oleh Rektor Universitas Nusa Bangsa, Dr. Ir. Yunus Arifien M.Si., merupakan rangkaian kegiatan penelitian dampak MBKM dengan bantuan pendanaan program penelitian Kebijakan MBKM dan pengabdian masyarakat berbasis hasil penelitian dan purwarupa PTS tahun anggaran 2021, Ditjen Pendidikan Tinggi Ristek, Kemendikbud Republik Indonesia.

Tim Dosen FMIPA UNB Lakukan Pengabdian Masyarakat di Sentra Produksi Tahu Parung

Bogor, Kampung Iwul, Desa Bojong Sempu, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor merupakan desa sentra produksi tahu dengan pelaku usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Produk tahu ini menjadi produk andalan Kecamatan Parung disamping ikan air tawar dan ikan hias. UMKM tahu telah ada berpuluh-puluh tahun yang lalu secara turun temurun.

Sebelum tahun 2000-an terdapat sekitar 300 pengrajin tahu, dan jumlahnya terus menurun hingga sekarang yang ada sekitar 180an pengrajin.
Faktor penyebab yang paling dominan mereka beralih profesi adalah karena mahalnya harga kedelai serta belum adanya instalansi pengolahan air limbah (IPAL) sehingga berpotensi menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan.

Berdasarkan hal tersebut maka Tim Dosen FMIPA yang beranggotakan Mamay Maslahat, Srikandi, Nia Yuliani dan Dian Arrisujaya melakukan pengabdian masyarakat di lokasi sentra produksi tahu tersebut pada Minggu 19 Desember 2021 yang diikuti oleh 30 pengrajin tahu, 14 orang di antaranya adalah pemilik pabrik tahu.
Para pengrajin tahu ini tersebar di dua Rukun Tetangga (RT) yaitu RT 01 dan RT 03 Rukun Warga (RW) 03 Kampung Iwul Desa Bojong-Sempu Parung.
Pengabdian berupa pemberian penyuluhan tentang mutu dan keamanan pangan; sanitasi lingkungan pabrik; dan pengolahan limbah cair produksi tahu dengan menggunakan arang aktif tandan kosong kelapa sawit (Arif-Takosa) dan demonstrasi cara pengolahan limbah cair tahu tersebut dengan Arif-Takosa.

Menurut Mamay Maslahat selaku ketua Tim Dosen FMIPA, Arif-Takosa merupakan produk inovatif hasil penelitian Fakultas MIPA UNB yang telah terbukti memiliki kualitas arang aktif sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI), dan telah berhasil mampu mengabsorpsi amonia pada limbah cair tahu.

Pengabdian masyarakat ini terselenggara menggunakan bantuan pendanaan program penelitian kebijakan merdeka belajar kampus merdeka dan pengabdian masyarakat berbasis hasil penelitian dan purwarupa PTS Direktorat Jenderal DIKTIRISTEK tahun anggaran 2021.

Kelola Pascapanen TOGA, Tim Dosen Fakultas Pertanian UNB Berikan Pelatihan Inovasi Teknologi

Bogor 20/12/2021, Dosen Fakultas Pertanian UNB (Universitas Nusa Bangsa) berikan pelatihan Inovasi teknologi pascapanen dan digital marketing kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Puspa Sari Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat dalam rangka memenuhi Tri Darma Perguruan Tinggi dengan menggunakan Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa PTS Ditjen Diktiristek Tahun Anggaran 2021.

Tim pengusul dalam bantuan ini terdiri dari dosen UNB yang diketuai oleh Anna Fitriani (Prodi Ekonomi Pembangunan) anggota Asmanur Jannah (Prodi Agroteknologi), Sari Anggarawati (prodi Agribisnis), Agista Rosiana (Prodi Agribisnis), dan mahasiswa Putri Reska Febriyanti (Prodi Agroteknologi), Muhamad Shidan Nur Alliyin (Prodi Agribisnis) dan Aldiansyah (Prodi Agroteknologi).

Kegiatan pengabdian kepada masyarakkat (PKM) ini dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa UNB kepada mitra yaitu KWT Puspa Sari Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Kegiatan PKM yang dilakukan diantaranya pelatihan pembuatan kompos organik berasal dari limbah tanaman obat keluarga (TOGA), pelatihan inovasi teknologi pascpanen TOGA, pelatihan digital marketing serta serah terima alat dan mesin untuk pembuatan kompos dan pascapanen produk olahan TOGA.
Ketua Tim PKM, Anna Fitriani menjelaskan, kegiatan pelatihan inovasi teknologi pascapanen dan digital marketing ini dibutuhkan oleh KWT Puspa Sari, karena berdasarkan diskusi dan penelitian sebelumnya KWT membutuhkan teknik pengolahan pascapanen TOGA dan peralatan pembuatan kompos berbasis limbah pertanian.

“Kegiatan ini diharapkan dapat membantu KWT dalam mengelola pascapanen TOGA untuk meningkatkan nilai tambahnya sehingga nilai jualnya tinggi dan mendapatkan keuntungan untuk mendukung kegiatan KWT selanjutnya,” jelasnya.

Lebih lanjut Dekan Fakultas Pertanian UNB, Sari Anggarawati, menuturkan bahwa dengan kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan dan keterampilan anggota dan pengurus KWT Puspa Sari serta adanya keberlanjutan dari program ini.

“Kami berharap kegiatan pengabdian melalui pelatihan teknologi pascapanen dan digital marketing ini dapat berlanjut dengan kerjasama bidang penelitian dan pengabdian serta dapat dirasakan manfaatnya oleh mitra dan masyarakat secara umum,” tuturnya.

Hj. Elin Darlina selaku Ketua KWT Puspa Sari menjelaskan bahwa selama ini KWT memang membutuhkan keterampilan dan alat dalam mengelola limbah pertanian dan pengolahan produk TOGA serta pemasarannya.

“Kami Berterima kasih kepada Tim PKM UNB atas pelatihan dan bantuan alat yang diberikan, semoga dengan adanya kegiatan ini KWT Puspa Sari dapat meningkatkan pengelolaan pascpanen Toga dan produk TOGA KWT Puspa Sari dapat dikenal lebih luas,”

 

UNB Edukasi Masyarakat Situ Gede Penelitian Talas Varietas Baru

Bogor, Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Nusa Bangsa mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan sasaran kelompok wanita tani (KWT) Sawargi, Kelurahan Situ Gede, Kota Bogor, Senin (20/12/2021).

Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Situ Gede Kartini Wulandari, Ketua KWT dan anggota KWT yang juga Tim Penggerak PKK Kelurahan Situ Gede, serta beberapa dosen dan mahasiswa UNB  yaitu Febi Nurilmala, Lany Nurhayati, I.G.A Manik, Nurlela, Nina Ariesta, Mia Azizah, Rohmatul Uzmi dan Ananda Putri.

Kegiatan diawali dengan pembukaan sekaligus proses penyerahan bibit tanaman talas varietas febi521 secara simbolis dari Dekan FMIPA UNB, Lany Nurhayati kepada Lurah Situ Gede.
Kemudian dilanjutkan dengan presentasi terkait pemanfaatan tanaman talas varietas baru (Febi521) dan kandungan yang terdapat pada tanaman talas dari bidang kimia.
Saat ini produk hasil olahan talas menjadi salah satu ikon Kota Bogor, UNB khususnya Fakultas MIPA telah memiliki peneliti yang berkonsentrasi di bidang penelitian talas hingga menemukan talas varietas baru  (Febi521).

Menurut Febi Nurilmala selaku ketua pelaksana kegiatan dalam paparannya menyampaikan, kelebihan talas Varietas Febi521 dibandingkan talas yang lain yaitu rendahnya kandungan kristal kalsium oksalat penyebab gatal pada talas.

“Dengan adanya keunggulan tersebut maka perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengolah produk olahan dari talas, salah satunya dari tepung talas,” ujar Febi.

Dijelaskannya, kegiatan pengabdian ini merupakan penerapan hasil penelitian dan purwarupa dosen dan mahasiswa UNB dengan dukungan Ditjen Diktiristek Tahun 2021.
Kegiatan yang menyertakan mahasiswa ini juga dilakukan untuk melatih menambah kemampuan  dalam bermasyarakat, berkomunikasi dan  berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah di lingkungan sekitar.
Kedepannya, lanjut Febi kegiatan serupa akan terus digencarkan untuk memberikan edukasi dan informasi terkait kegiatan pangan lokal.
Sementara itu, dalam sambutannya, Lurah Situ gede, Kartini Wulandari mengungkapkan rasa terimakasih kepada tim PKM UNB karena bersedia memberikan edukasi kepada masyarakat di Kelurahan Situ Gede, khususnya dalam bidang pengolahan Talas.

“Kedepannya kegiatan edukassi ini dapat diimplementasikan oleh tim KWT sehingga dapat meningkatkan roda perekenomian masyarakat khususnya yang terdampak pasca pandemic Covid-19,”

Kelola Sampah Rumah Tangga, UNB Latih Warga Kelurahan Cibadak Buat Kerajinan

Bogor – Timbunan sampah rumah tangga masih menjadi masalah utama di masyarakat, termasuk di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) RW 08 Kelurahan Cibadak Kota Bogor.
Jumlahnya yang semakin menumpuk jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan masalah, diantaranya pencemaran lingkungan dan berefek pada gangguan kesehatan masyarakat.

Salah satu upaya mengurangi timbulan sampah di TPS maupun tempat pembuangan sampah akhir (TPA), maka perlu dilakukan pemilahan dan pengolahan dari sumbernya yaitu rumah tangga.
Oleh karena itu Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nusa Bangsa (UNB) yang diketuai oleh Karmanah melalui kegiatan “Go Green Lingkar Kampus : Kolaborasi Pengelolaan Lingkungan Bersama Paguyuban Pembuangan Sampah Rumah Tangga“ melakukan beberapa kegiatan, diantaranya pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga dari mulai memilah sampah sampai membuat kerajinan dari sampah anorganik.

Menurut Karmanah, kegiatan ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, kader posyandu dan kader PKK Kelurahan, sekaligus mengajak kerjasama kolaborasi dalam mengelola sampah rumah tangga menjadi produk yang bernilai ekonomi.

Kegiatan diikuti oleh pengelola sampah, ibu rumah tangga, kader posyandu, dan kader PKK. Kegiatan ini juga menyertakan beberapa dosen UNB yaitu Nia Sonani, Abdul Rahman Rusli, Dewi Fitianti, mahasiswa Rangga Aldiansyah dan Ade Hermawan. Kegiatan kali ini juga dihadiri oleh Mas Eka selaku Ketua TP PKK Kelurahan Cibadak dan Muaz HD Anggota DPRD Kota Bogor.

Lebih lanjut menurut Karmanah, kegiatan pengabdian ini merupakan penerapan hasil penelitian dan purwarupa dosen dan mahasiswa UNB dengan dukungan Ditjen Diktiristek Tahun 2021.
Kegiatan yang menyertakan mahasiswa ini juga dilakukan untuk melatih soft skill dalam bermasyarakat, berkomunikasi dan  berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah di lingkungan.
Ketua TP Kelurahan Cibadak Mas Eka menyampaikan bahwa pengelolaan sampah ini menjadi tanggung jawab bersama dan akan berhasil jika dilakukan bersama-sama.

“Kegiatan ini sangat mendukung program pemerintah daerah dalam mengurangi timbulan sampah sehingga kolaborasi kegiatan ini perlu terus dilanjutkan,”

WISUDA KE-29 UNIVERSITAS NUSA BANGSA LAHIRKAN ALUMNI MANDIRI DAN INOVATIF

Bogor-Universitas Nusa Bangsa (UNB) kembali menggelar Wisuda ke-XXIX pada tanggal 16 Desember 2021. Kegiatan wisuda kali ini dilaksanakan secara luring terbatas dan  daring. Meskipun banyak keterbatasan dalam pelaksanakannya karena  masih pada masa pandemi Covid-19, kita tetap bersyukur acara berjalan lancar, dengan tetap mematuhi prosedur protokol kesehatan serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah.

Berdasarkan Hasil Rapat Senat UNB tentang Yudisium I – III tahun 2021, Universitas Nusa Bangsa pada Kamis (16/12/2021) mewisuda 155 orang meliputi 4 (empat) orang Magister (Ekonomi Pembangunan), 147 orang Sarjana yang terdiri dari 16 orang sarjana pertanian, 33 orang sarjana ekonomi dan bisnis, 46 orang sarjana MIPA, 51 orang sarjana kehutanan, serta 5 (lima) orang Diploma Penyuluhan Kehutanan.

Pada sambutannya, Rektor UNB, Dr. Yunus Arifien, M.Si. memberikan menjelaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari segalanya. Setelah ini akan ada proses-proses kehidupan yang menanti. Namun sekali lagi bukan berarti saudara berhenti belajar. Carilah ilmu dan pengetahuan di mana saja tanpa henti. Berkaryalah untuk memberi kebermanfaatan masyarakat luas. Kami berharap agar setelah selesai wisuda ini, para wisudawan wisudawati senantiasa menggunakan kemampuan yang dimiliki. Kunci sukses adalah bukan semata karena saudara kuliah di tempat favorit, bukan pula karena saudara lulusan cumlaude atau terbaik, akan tetapi juga saudara memiliki life skill, kejujuran, kepercayaan, dan karakter yang kuat sebagai generasi milenial berkarakter yang mampu memanfaatkan peluang dan sukses pada pekerjaan baru yang tidak dikenal sebelumnya dengan berbagai teknologi digital. Kami berharap seluruh wisudawan wisudawati dimanapun nanti saudara berada hendaknya selalu menjunjung tinggi nama baik almamater UNB dengan penuh integritas, berkomitmen, serta dapat memberikan feedback yang positif kepada almamater guna perbaikan proses pembelajaran dimasa yang akan datang.

Ketua Yayasan PKMK Nusantara,  Doddy Imron Cholid dalam sambutannya menyatakan semoga ilmu yang telah diperoleh dapat diamalkan, dengan harapan kelak saudara-saudara menjadi anggota masyarakat yang terampil, tanggap dan cerdas, serta mempunyai integritas dan tanggung jawab yang kuat. Ilmu pengetahuan yang telah diperoleh hendaknya terus dikembangkan, jadilah peribadi yang penuh ide dan berdaya saing kuat, kreatif dan inovatif di semua bidang yang kita pilih, karena persaingan semakin berat kedepan. Jangan mudah berpuas diri, terus belajar dari siapapun itu, BERKARYA DAN BEKERJA DENGAN HATI, tidak menghalalkan semua cara untuk mencapai tujuan. Jangan lupa untuk menjaga komunikasi dengan almamater serta menjaga martabat nama baik UNB di masyarakat, agar kedepan kita menjadi keluarga besar yang solid dan patut dibanggakan.

Kepada orang tua dan para keluarga wisudawan/wisudawati, kami sampaikan selamat berbahagia atas keberhasilan putra / putri/ saudara Bapak / Ibu dalam menyelesaikan pendidikan di UNB ini, dan tidak lupa kami menyampaikan rasa bangga dan terima kasih yang sebesar-besarnya telah memilih UNB sebagai tempat menimba ilmu bagi putra / putri Bapak / Ibu sampai selesai.

Strategi Pemanfaatan Lahan Terlantar Eks HGU

 

Presiden Jokowi akan mengambil alih Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Guna Bangunan (HGB) yang terlantar.

Ini tentu berita menggembirakan. Lahan-lahan terlantar itu dapat dimanfaatkan secara produktif oleh masyarakat. Apalagi, masih banyak petani tidak memiliki lahan. Mereka hanya penggarap, bahkan ada yang hanya sebagai buruh tani saja.
Pemanfaatan lahan-lahan tersebut perlu diatur agar hasilnya optimal. Juga jatuh ke orang-orang yang berhak. Khususnya untuk mengurangi pengangguran generasi muda.
Sektor pertanian memegang peranan penting dalam perekonomian nasional maupun penyediaan pangan bagi Indonesia. Tapi, nyatanya kini ditinggalkan oleh kaum mudanya, apalagi yang berpendidikan.

Tahun 2020, dari 38,96 juta orang yang bekerja di sektor pertanian, sebanyak 67,43 persen berpendidikan paling tinggi SD. Sebesar 16,69 persen berpendidikan SLTP. Dan 14,10 persen SLTA. Sisanya diploma dan sarjana.
Dari kelompok umurnya, tenaga kerja di sektor pertanian didominasi 25-60 tahun yaitu sebesar 68,34 persen. Sedangkan di kelompok usia 60 tahun ke atas, sebesar 22,04 persen. Dan  9,52 persen dari kelompok umur 5-24 tahun.
Dilihat dari kohor generasi, pekerja dari generasi Z hanya 9,52 persen. Dan sisanya 80,48 persen, generasi Milenial (atau generasi Y), generasi X dan Baby Boomers. Para pekerja pertanian kemungkinan besar didominasi orang-orang yang tidak muda lagi.

BAPPENAS, tahun 2021 menerbitkan kajian yang menyebutkan, tahun 2063, profesi petani sudah punah. Ini menunjukkan bahwa orang-orang muda tidak berminat dan enggan bekerja di sektor pertanian.
Fenomena ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi di seluruh dunia. Bahkan di Jepang. Data tahun 2000, menunjukkan, dari 3,3 juta pekerja sektor pertanian, 52,9 persennya berasal dari usia 65 tahun ke atas. Tahun 2010, kelompok usia 64 tahun ke atas, meningkat menjadi 61,6 persen dari total pekerja pertanian sebanyak 2,6 juta orang.
Mengapa orang muda enggan bekerja dan berusaha di sektor pertanian? Ada lima masalah utama.

Pertama, orang muda merasa minder atau bekerja di sektor ini dianggap tidak bergengsi. Mereka memilih jadi buruh pabrik daripada bekerja di sektor pertanian.

Kedua, bekerja di sektor pertanian, upahnya terlalu kecil dan sifatnya musiman. Bagi pengusaha, juga dianggap kurang menguntungkan untuk berusaha di sektor pertanian.

Ketiga, tidak ada kemauan politik dari pemerintah, baik keberpihakan kepada petani, maupun untuk mengangkat hasil di sektor ini sebagai komoditas unggulan. Padahal, di saat yang sama, ketergantungan impor semakin tinggi dan menjadi aktivitas rent seeker (pemburu rente). Bahkan, pemain lama maupun baru, kini mendapatkan kesempatan.

Keempat, tidak ada insentif untuk berusaha di sektor pertanian. Dan terakhir, kurang berkembangnya inovasi di sektor pertanian, padahal salah satu kunci sukses pemulihan ekonomi pasca resesi dan dampak Covid-19 adalah membawa teknologi, inovasi dan otomasi ke sektor pertanian dan UMKM.

Pemanfaatan HGU lahan-lahan terlantar, adalah momentum penting untuk mendorong generasi Milenial dan generasi Z berusaha dan bekerja di sektor pertanian. Generasi M dan Z dikenal sebagai generasi sandwich, yaitu yang akan terbebani perawatan orang tua yang mulai tidak produktif, sekaligus harus membesarkan anak, membayar cicilan rumah dan kendaraan bermotor.

Mereka inilah yang akan jadi generasi penerus petani. Bagaimana agar mereka tertarik masuk ke sektor ini?

Pertama, pemerintah memberi akses ke lahan HGU yang sudah diambil alih. Lahan disewakan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda, pebisnis pemula, atau kelompok. Perjanjiannya tegas dan jelas, untuk usaha pertanian, dalam jangka antara 5-10 tahun dan dapat diperpanjang bila usahanya berkelanjutan.

Setiap kelompok, misalnya, dapat menyewa lahan maksimum lima hektar. Pengaturan tentang luas lahan yang dapat disewa, dan durasi waktu sewa diatur secara ketat, agar tidak ada permainan sewa menyewa lahan oleh masyarakat.

Kedua, pemerintah, melalui perbankan memberi kredit terjangkau. Dan terakhir, penerapan politik pertanian yang mengusung swasembada demi kemandirian dan kedaulatan pangan untuk mensejahterakan petani.

Impor tidak akan mendorong usaha pertanian yang menguntungkan. Pemerintah juga perlu mendorong usaha rakyat untuk industri berbasis pertanian agar meningkatkan nilai tambah, efek ganda pendapatan dan tenaga kerja.

Pengembangan ekosistem bisnis yang baik juga diperlukan. Ada delapan komponennya. Yaitu

(1) perguruan tinggi atau setidaknya lembaga riset pendamping, menyediakan inovasi, inkubasi, dan pendampingan

(2) pengusaha pemula dan UMKM, khususnya dari generasi milenial dan Z.

(3) pemerintah menyediakan lahan, aturan perundang-undangan yang mendukung, termasuk anggaran kepada perguruan-perguruan tinggi pertanian untuk menghasilkan inovasi; (4) perbankan mendukung pembiayaan dengan kredit terjangkau, ditopang dana jaminan dari lembaga pemerintah.

(5) sumber daya alam dan lingkungannya, jangan lagi sebagai obyek, tapi sebagai subyek, agar tetap terjaga dan lestari; (6) akses luas ke e-commerce, untuk memotong mata rantai distribusi, agar petani dapat memasarkan hasil pertanian dan olahannya.

(7) modal sosial masyarakat, para petani dan keluarganya memperoleh manfaat positif dari lahan HGU; dan (8) jejaring usaha besar, di dalam dan luar negeri.

Hal lain yang juga penting, pelibatan pengusaha. Sebagai bagian dari kewirausahaan sosial, pengusaha dalam negeri diarahkan untuk memberikan bimbingan, pendampingan kepada para pebisnis pemula. Sedangkan pengusaha di luar negeri, mendukung ekspor produknya. Delapan komponen ini berkelindan dan berkolaborasi dalam Octuple Helix of Innovation.

Inti kolaborasi adalah perguruan tinggi, pengusaha pemula dan UMKM, pemerintah, perbankan serta sumber daya alam dan lingkungan. Kelima komponen ini diharapkan menghasilkan inovasi berbasis lingkungan dan berbiaya rendah (low cost eco-innovation). Eko-inovasi ini akan menjamin keberlanjutan usaha sehingga bisnis pertanian dan turunannya meningkat dan dapat berdaya saing di pasar domestik maupun luar negeri.

Kolaborasi ini bukan sekedar basa-basi. Hanya tanda tangan MoU, lalu dimasukan laci tanpa aksi. Peran Pemda sangat diperlukan menjadi pemampu, orkestrator dan mobilisator. Meski di sisi lain bisa jadi penghambat.

Pengembangan usaha pertanian dari lahan eks HGU bisa dikembangkan dalam bentuk klaster pertanian, yaitu menghimpun para pengusaha dalam suatu klaster yang manajemennya berasal dari mereka sendiri. Manfaatnya, sebagai berikut: (1) Posisi tawar mereka jadi lebih kuat; (2) Membantu mencapai skala ekonomi; (3) Transfer pengetahuan dan keterampilan serta menarik tenaga kerja untuk masuk ke dalam klaster.

(4) Menciptakan lingkungan yang kreatif untuk mendorong tumbuhnya inovasi dan kerja sama; dan (5) Memperluas jaringan dan meningkatkan akses terhadap sumber informasi.

Selain itu, klaster pengusahaan komoditas dilakukan dari mulai hulu (upstream), pengolahan (middlestream), sampai kepada pemasaran (downstream). Bahkan ini bisa terkait dengan sektor lain, misalnya pariwisata. Sehingga, terjadi integrasi rantai nilai vertikal dan horisontal (integrated vertical and horizontal value chain).

Pada akhirnya, pemanfaatan lahan-lahan eks HGU terlantar, akan mengurangi pengangguran, meningkatkan produksi pertanian, meningkatkan devisa, mensejahterakan masyarakat dan memperkuat perekonomian nasional.

Oleh :

Sugeng Budiharsono

 

PEMBUKAAN DIKLATSAR XXIX MAPAR UNB

Assalamualaikum Wr.Wb
MAPAR!✊

Sabtu, 4 November 2021. Mahasiswa Pecinta Alam Rimba, Universitas Nusa Bangsa telah menyelenggarakan Pembukaan DIKLATSAR XXIX MAPAR yang diadakan secara langsung dan virtual melalui Zoom Meeting. Kegiatan Pembukaan DIKLATSAR XXIX MAPAR merupakan kegiatan awal dari program serangkaian DIKLATSAR XXIX MAPAR. Kegiatan ini mengusung tema “MEMBENTUK MAPAR MUDA YANG BERJIWA KEPEMIMPINAN DAN PERSAUDARAAN DENGAN SEMANGAT KONSERVASI*”.

Acara ini dimulai oleh MC, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana DIKLATSAR XXIX MAPAR oleh Muhammad Ahlan, Ketua Dewan Pengurus XXIII oleh kang Azi Gunawan A P, Perwakilan Dewan Senior oleh Kang Adit, Pembina MAPAR oleh Ibu Dr. Luluk Setyaningsih, Ir., M.Si, Kepala Biro Kerjasama dan Kemahasiswaan oleh Ibu Dra. Febi Nurilmala, M.Si,
dan Wakil Rektor III Ibu Dr. Karmanah, SP., M.Si, sekaligus membuka kegiatan DIKLATSAR XXIX MAPAR kali ini.
kegiatan ini disaksikan oleh :
– Dewan Senior MAPAR
– Anggota Aktif MAPAR
– Peserta DILKLATSAR XXIX MAPAR

Rangkaian kegiatan ini dilanjutkan dengan perkenalan masing-masing angkatan MAPAR yang ada, Perkenalan peserta DIKLATSAR XXIX MAPAR, Pemberitahuan Teknis kegiatan PRADIKSAR XXIX MAPAR . Maka dari itu, Diharapkan kegiatan pembukaan DILKLATSAR XXIX MAPAR ini menjadi awal yang baik untuk serangkaian kegiatan DIKLATSAR XXIX MAPAR.

Penulis : Annisa Azzahra
Penyunting : Azi Gunawan A P

 

FAKULTAS PERTANIAN UNB IKUTI MUSDA APTSIPI DAN PENANDATANGANAN MoA

Bogor- Selasa (23/11/2021), Fakultas Pertanian Universitas Nusa Bangsa mengikuti Musyawarah Daerah (Musda) Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Ilmu Pertanian Indonesia (APTSIPI) Wilayah IV di Kampus Unibba Jalan RAA. Wiranatakusumah No. 7, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Acara diikuti oleh 16 perguruan tinggi swasta (PTS) yang ada di Jawa Barat (Jabar). Perguruan tinggi yang hadir dalam Musda APTSIPI Wilayah IV adalah UNB, Unigal, Unwim, Unma, Unsub, Unwir, Unida, UGJ, Unibba, Uniga, Unsur, Ummi, UICM, Unper, Uninus, Univ Masoem.

Pada kegiatan Musda, juga ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoA) antar perguruan tinggi yang hadir, melalui program studi dan fakultas. Isi MoA di antaranya terkait dengan revitalisasi kurikulum yang akan dirancang sesuai dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Selain itu, dalam MoA akan mewadahi semua kesepakatan dalam tiga bidang yakni pengajaran/pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Harapannya, MoA yang sudah berlangsung, ditindaklanjuti dengan MoU serta implementasi.