Webinar Geopark Talk “ Pengelolaan Geopark Pongkor di Era New Normal”

Masih dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis Universitas Nusa Bangsa ke-33, Fakultas Kehutanan menggelar Webinar Geopark Talk dengan tema “ Pengelolaan Geopark Pongkor di Era New Normal” pada 23 Juni 2020. Webinar diikuti tidak kurang dari 400 peserta (160 dalam room Zoom dan 368 peserta melelui live Youtube). Sebanyak 5 narasumber turut berbagi pengethauan dan pengalaman pada kesempatan ini. Dr. Ir. Yunus Kusumahbrata, M.Sc. selaku Dewan Pakar Komite Nasional Geopark Indonesia, menyampaikan tentang  Perkembangan Geopark Indonesia dan Prospeknya dalam Pembangunan Nasional.  Drs. H. Achmad Sofyan, MM, mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor mengulas tentang Peluang dan Tantangan Pengelola Geopark Pongkor di Era New Normal yang pada intinya para pelaku pariwisata perlu memperhatikan protocol kesehatan dan keamanan secara ketat. Pakar Geologi sekaligus Dosen Fakultas Teknik Geologi Universitas Pakuan Bogor, Ir. Denny Sukamto K, MT, berdongeng tentang Potensi Geodiversitas dan Konservasi Geopark Pongkor di Era New Normal. Praktik pengelolaan site Geopark Pongkor dengan konsep Geoagroedutourism, turut dibagi informasinya oleh di VP CSR and Finance PT Antam Tbk. UPBE Pongkor, Ditto Yulianto, ST, MBA.  Dekan Fakultas Kehutanan UNB, Dr. Luluk Setyaningsih, juga berkesempatan menjadi salah satu narasumber yang menyampaikan tentang potensi Geo-Bio-Culture yang begitu tinggi  di kawasan Geopark Pongkor , dapat dikembangkan menjadi suatu obyek  wisata yang terintegrasi, dan  untuk mencapai kesuksesan pengelolaan Geopark Pongkor harus disertai dengan pemberdayaan masyarakat. Secara lengkap obrolan dalam webinar ini dapat disaksikan pada Youtube https://youtu.be/zlpHkeE-RCQ

SEMINAR, MASSI TALK VIRTUAL SILVIKULTUR INDONESIA.

Masyarakat Silvikultur Indonesia menyelenggarakan seminar virtual berkala, MasSI Talk, dalam rangka berbagai informasi tentang ilmu, pengetahuan, teknologi dan pengalaman terkait praktek-praktek Silvikultur di Indonesia. Sebagian dosen Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa menjadi anggota dan pengurus aktif MasSI. Dr. Ir. Luluk Setyaningsih, Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa, saat ini menjadi Sekretaris Jenderal MasSI. Pada MasSI Talk 1 diselenggarakan secara virtual pada Jumat, 12 Juni 2020, jam 9-11 WIB, membahas tentang “Peningkatan Produktifitas Hutan dan Lahan Terdegradasi” dipandu oleh Dr. Luluk Setyaningsih sebagai Moderator. Tiga orang pakar Silvikultur dihadirkan, 1) Prof. Dr. Nurheni Wijayanto, Ketua Umum MasSI dan Guru Besar IPB 2) Marinus Kristiadi Harun, Shut. MSi. Peneliti pada Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dan 3) Dr. Irdika Mansur, Direktur SEAMEO BIOTROP. Dengan teknik budidaya, pendekatan terintegrasi dan penanganan pasca panen, yang terus dikembangkan, memberi optimisme bahwa produktivitas lahan hutan dan lahan terdegradasi dapat ditingkatkan. Teknik seperti apa yang telah dikembangkan dapat disaksikan pada pembahasan dalam link youtube berikut.

https://www.youtube.com/watch?v=-yhk1qq6Yxo

Protected: Pengumuman Pemilihan dekan Fakultas mipa dan ekonomi

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Universitas nusa bangsa melaksanakan silaturahmi digital bagi seluruh dosen, karyawan dan civitas akademika.

Universitas Nusa Bangsa (UNB) melaksanakan Silaturahmi Digital bagi seluruh dosen, karyawan dan civitas Akademika.

Kegiatan rutin setiap tahun ini dilaksanakan setelah perayaan Hari Raya Iedul Fitri, namun dikarenakan tahun ini terjadi Pandemi Covid-19, silaturahmi dilaksanakan secara digital.

Rektor UNB Yunus Arifien, dalam sambutannya mengatakan momentum Ramadan dan Idulfitri yang tahun ini bersamaan dengan pandemi Covid-19 bisa dijadikan refleksi diri.

“Sudah dua bulan lebih kita mengajar dan mengajari hidup secara synchronous, yaitu menempatkan diri pada waktu yang sama untuk saling bertemu bertatap muka meski di ruang yang berbeda. Mungkin inilah cara Tuhan mengajari kita untuk berdialog dan berkontemplasi dihadapan-Nya. Bahwa kita semua ini, tanpa terkoneksi dan terhubung kepada-Nya, adalah lemah, rapuh dan kosong,” ujar rektor.

Sedangkan makna lainnya, adalah meng-sinkron-kan hati kepada sesama, kepada mahasiswa, kepada teman sejawat dan kepada handai taulan. Sinkron dalam pemikiran, yang berujung tidak hanya kepada sikap toleransi tapi kepada sikap respek dan saling menghargai.

“Dan saat ini merupakan puncak amalan tertinggi kita, untuk memulai sebuah adab baru (new normal) bahwa masker, cuci tangan dan physical distancing hanyalah simbol. Makna bahkan nilai yang yang terkandung dalam simbol-simbol tersebut, adalah respect to the others dan respect to be respected. Dan kehidupan seperti berhenti, namun hidup harus tetap jalan terus. Hidup berdampingan dengan Covid-19 menjadi pilihan,” tuturnya.

Selain silaturahmi, ada juga Tausiyah dari KH Muhtadin, yang merupakan dosen di Universitas Nusa Bangsa. Pada tausiyahnya Ustad Muhtadin menyampaikan saat ini yang diperlukan adalah meningkatkan tingkat kepedulian ditengah – tengah pandemic harus seiring dengan ikhtiar yang dilakukan.

Dan Silaturahmi merupakna sarana untuk saling mendoakan, menambah rasa saying diantara sesama dan meninkatkan kecintaan yang penuh keberkahan.

Protected: Pengumuman Panitia Pemilihan Rektor

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Universitas Nusa Bangsa adakan lokakarya hasil KKN-PPM periode II secara online

Universitas Nusa Bangsa (UNB) menyelenggarakan Lokakarya Hasil- hasil Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II Tahun Akademik 2019-2020 secara online atau dalam jaringan (daring), Sabtu (2/5/2020).

Lokakarya ini merupakan tahap akhir kegiatan KKN-PPM yang bertujuan mewujudkan tanggung jawab mahasiswa peserta KKN-PPM, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dan panitia penyelenggaraan KKN-PPM di wilayah Kabupaten Bogor dengan lokasi Desa Sukaraksa dan Desa Sukamaju di Kecamatan Cigudeg, serta Desa Bantar Karet di Kecamatan Nanggung.

Kegiatan dibuka secara resmi Rektor UNB Dr. Yunus Arifien, dihadiri oleh undangan dari Bappedalitbang Kabupaten Bogor, para wakil rektor, dekan, ketua prodi, dan diikuti oleh para DPL beserta mahasiswa peserta KKN-PPM yang berjumlah 56 orang.

Ketua Panitia KKN-PPM UNB, Dr. Faizal Maad, dalam laporan bertemakan “Pemberdayaan Masyarakat untuk Meningkatkan Kemampuan Mitigasi Bencana” mengatakan, pelaksanaan KKN-PPM ini berlokasi di tiga desa yang rawan dan terdampak bencana alam, khususnya longsor dan banjir, yakni Desa Sukaraksa dan Sukamaju di Kecamatan Cigudeg, serta Desa Bantar Karet di Kecamatan Nanggung dalam wilayah Kabupaten Bogor.

“Kegiatan KKN-PPM berlangsung dari tanggal 02-16 Maret 2020, dan sempat dihentikan pada 17 Maret sampai 31 Maret 2020, karena wabah Covid-19. Kegiatan dilanjutkan kembali pada 2 April hingga 21 April 2020 secara online (KKN-PPM online) dan melengkapi tema KKN dengan “Meningkatkan Kemampuan untuk Mitigasi Wabah Bencana Covid-19’’.

Secara menyeluruh, program KKN-PPM UNB yang sudah diselenggarakan meliputi:

1. Mitigasi bencana alam berupa trauma healing, edukasi masyarakat tentang pengelolaan, pengendalian penggunaan sumber daya alam dan lingkungan di daerah rawan bencana, pengelolaan sampah, serta edukasi penentuan alur evakuasi bagi masyarakat korban di daerah rawan bencana.

2. Pengembangan ekonomi perdesaan berupa inisiasi pemetaan potensi ekonomi perdesaan, inisiasi pembentukan lembaga ekonomi perdesaan, penyuluhan tentang tata cara pembentukan kelompok tani, difusi inovasi media tanam sayuran berbasis sumber daya lokal, pemasaran produk kerajinan rumah tangga perdesaan, keselamatan kerja bagi perajin batu asah.

3. Mitigasi bencana wabah Covid-19 berupa edukasi perilaku hidup sehat, edukasi protokol kesehatan dalam menghadapi wabah Covid-19, edukasi pembuatan sanitizer berbasis bahan lokal, pembuatan masker secara sederhana dari bahan kain, pembagian sembako beserta hand sanitizier yang dihimpun dari sumbangan mahasiswa peserta KKN-PPM dan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) pada waktu penutupan KKN-PPM UNB.

Ketua LPPM UNB, Dr. Zainal Muttaqin, dalam sambutannya mengatakan bahwa KKN-PPM UNB sudah berjalan sesuai dengan tema, walaupun dalam perjalanan dihadapkan kepada serangan wabah Covid-19, tetapi diyakini tidak menghilangkan esensi KKN-PPM.

KKN-PPM menyesuaikan programnya untuk mendukung dan membantu pemerintah, serta masyarakat dalam menghadapi wabah Covid-19. Wakil dari Bapedalitbang Kabupaten Bogor, dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemda Kabupaten Bogor sangat mengapresiasi UNB melalui kegiatan KKN-PPM.

UNB telah mengambil peran strategis untuk membantu pemerintah daerah dalam mengakselerasi program pembangunan daerah, khususnya program mitigasi bencana di daerah rawan bencana alam, dan mitigasi bencana Covid-19 yang sedang mewabah.

“Selama ini UNB telah ikut berkontribusi dalam pengembangan inovasi daerah. Diharapkan kedepan UNB akan tetap memberikan kontribusi bagi pembangunan di Kabupaten Bogor,”

BEM Universitas Nusa Bangsa dan Ormawa (Organisasi kemahasiswaan) Salurkan Bantuan untuk Mahasiswa Perantau.

BEM KM dan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Universitas Nusa Bangsa Bogor (UNB), membagikan paket sembako, handsanitizer dan masker gratis.

Pendistribusian bantuan ini diberikan kepada mahasiswa perantau dan masyarakat sekitar kampus yang sangat perlu diperhatikan kebutuhan mendasarnya.

Penyaluran bantuan ini dilakukan selama dua hari, 17-18 April 2020 bertempat di Sekretariatan BEM UNB.

“Dalam pelaksanaannya kami melakukan pendataan online yang diserahkan oleh Ormawa masing-masing. Dalam pembungkusan donasi kami pun mengikuti anjuran pemerintah tidak melebihi lima orang, dan memakai protokol kesehatan. Pada saat penyaluran donasi pun kami mengunakan sistem physical Distancing dengan kebersihan yang terjaga,” ujar Arisman, Presiden Mahasiswa UNB.

Menurut Arisman, mahasiswa perantau merupakan generasi bangsa yang tetap semangat dalam mengahadapi beban seperti apapun di tanah rantauannya.

“Maka dari itu, kebutuhan-kebutuhan mendasar seperti ini perlu kita sediakan dan saling melengkapi untuk melawan Covid-19 ini, sehingga orang tua di rumah tidak terlalu berat memikirkan anak-anaknya. Semoga pemerintah daerah dan provinsi juga segera memperhatikannya,” tutur Arisman.

Ia menjelaskan bahwa total bantuan yang tersalurkan berupa 60 paket sembako. 84 masker, 20 liter disinfektan dan 2 liter handsanitizer. Bantuan tersebut berasal dari hasil penggalangan dana secara online.

“Saya mewakili mahasiswa perantau sangat berterimakasih atas bantuan donasinya dari BEM dan Ormawa UNB serta pemberi sumbangan. Cukup membantu sekali, teruslah saling support dalam mencegah Covid-19,” ungkap Elson Wonda mahasiswa asal Papua.

KEGIATAN KKN UNIVERSITAS NUSA BANGSA MENYULAP HUNIAN EVAKUASIMENJADI PENUH WARNA (RELOKASI KORBAN BENCANA ALAM CIGUDEG KABUPATEN BOGOR)

Mahasiswa Kelompok 3 program Kuliah KerjaNyata (KKN) Universitas Nusa BangsamenyelenggarakankegiatanKKN di Desa Sukaraksa Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor, dengantema“Pemberdayaan Masyarakat untuk Meningkatkan Kemampuan Mitigasi Bencana”. KKN berlangsung mulai tanggal      2 Maret 2020. Desa ini cukup parah terdampak bencana alam yang  terjadi pada awal  tahun 2020 lalu.

Mahasiswa KKN Kelompok 3 UNB tergerak hatinya dan merasa terpanggil,  saat pertama pertama kali mahasiswa mengunjungi hunian relokasi korban dampak bencana longsor dari warga masyarakat RT 02, RW 12, kampung Babakan Manglid, Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Terdapat 83 kepala keluarga dengan  92 rumah hunian yang telah disediakan pemerintah desa setempat. Namun demikian, tampak suasana monoton dan nuansa pasca bencana begitu kuat.Masyarakat masih merindukan rumah tempat tinggal lamanya dan merasa jenuh menetap di hunian relokasi tersebut. Dari latar belakang tersebut, para mahasiwa berupaya untuk menciptakan gagasan agar atmosfir suasana yang lebih positif di lingkungan masyarakat dapat tercipta sehingga muncullah ide Program kerjapengecatan hunian yang telah berhasil dilaksanakan pada hari minggu 15 Maret 2020. Kegiatan ini sangat disambut antusias oleh masyarakat dengan terjunnya mereka bersama-sama bergabung dengan mahasiswa KKN UNB.

Setelah hunia tercat, terlihat suasanalingkungan yang lebih indah, cantik dan bersih.Warnadari cat yang dipilih adalah beragam warna-warna yang cerah, sehingga tidak hanya tujuan secara fisik yang bias dicapai, tetapi juga bertujuan untuk memberikan efekpsikis yang lebih positif dan ceria. Dengan demikian dapat meminimalisir kejenuhan masyarakat selama menetap di hunian ini, dan dapat memulihkan kembali semangat hidup masyarakat.

Kelompok 3 KKN yang di ketuai oleh Saldi, salah seorang mahasiswa PS Kimia FMIPA yang beranggotakan Hendra, Trika Jati, Sri dan Dewi serta dibawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Mamay Masalahat dan Kustin Bintani ini merasa puas dan senang telah menyelesaikan proses pengecatan. Mereka berharap hunian masyarakat korban bencana alam ini dapat juga menjadi daya tarik untuk para pengunjung dari luar, sehingga secara tidak langsung berpeluang memajukan perekonomian masyarakat korban bencana.

Hasil

 

Pengabdian Masyarakat Dosen FMIPA Universitas nusa bangsa : Pembuatan Handsanitizer Ramah Lingkungan

Bogor_Di tengah pandemic covid – 19, Universitas Nusa Bangsa melalui Laboratorium Kimia, Fakultas MIPA memproduksi Handsanitizer dan disinfektan. Berawal dari inisiasi untuk pengabdian kepada masyarakat, UNB melalui laboratorium Kimia, FMIPA memproduksi handsanitizer dan disinfektan sebagai upaya pemutusan penyebaran virus. Produksi handsanitizer dan disinfektan ini dibawahi oleh Nurlela, S.Si.,M.Si sebagai Ka Lab Kimia dan Dosen FMIPA UNB. Pada Senin (23/03) handsanitizer sudah mulai didistribusikan untuk kalangan terbatas di lingkungan Universitas Nusa Bangsa. Menurut Nurlela, “kegiatan pembuatan handsanitizer merujuk kepada formula dari WHO, jadi kita buat sesuai dengan formula dari WHO, kebetulan untuk bahan – bahan tersedia di Lab Kimia”, ujarnya. Nurlela menambahkan “Kelebihan dari produk ini adalah, selain ramah lingkungan, bebas klorin aman untuk kulit sensitive”

Dosen Fakultas MIPA Universitas Nusa Bangsa, Adakan Penyemprotan Disinfektan sebagai Wujud Pengabdian kepada Masyarakat

Sebagai bentuk pengamalan Tri Darma Perguruan Tinggi, Fakultas MIPA Universitas Nusa Bangsa Adakan Penyemprotan Disinfektan sebagai Wujud Pengabdian kepada Masyarakat.

Dosen Fakultas MIPA Universitas Nusa Bangsa bekerjasama dengan LPPM UNB melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan  penyemprotan disinfektan pada fasilitas umum sekitar kampus, diantaranya masjid dan musola di wilayah kukupu Tanah Sareal, Kamis (26/3/20).

Kegiatan yang dilakukan tersebut melibatkan seluruh Dosen Fakultas MIPA Universitas Nusa Bangsa dan LPPM UNB.

Rektor UNB Dr. Ir. Yunus Arifien, M.Si melalui sambungan telepon  menyebutkan bahwa Kegiatan penyemprotan dan pembagian disinfektan merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat Universitas Nusa Bangsa.

“Sejak awal adanya wabah Covid – 19 UNB dan sudah melakukan upaya kewaspadaan baik di lingkungan kampus maupun di sekitar kampus,” Ujarnya.

Lebih lanjut Yunus mengatakan, kegiatan semacam ini tidak hanya dilakukan ketika sedang ada wabah Covid-19 saja.