Peran Penting Ular Dalam Rantai Makanan Dan Mitigasi Potensi Bahaya
Pada tanggal 20 Desember 2025, Kelompok Mahasiswa Pencinta Herpetofauna (KMPK) diundang oleh siswa-siswi Pecinta Alam SMAN 2 Kota Bogor (PALASDA) dalam rangka kegiatan Pradiklatsar ke-3. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai survival ular serta teknik penanganan ular yang aman dan bertanggung jawab, sebagai upaya meningkatkan keselamatan, kesadaran konservasi, dan pemahaman peran ular dalam ekosistem.

Ular memiliki peran yang sangat penting dalam rantai makanan sebagai predator alami yang menjaga keseimbangan ekosistem. Dalam posisi trofik menengah hingga tinggi, ular memangsa hewan seperti tikus, katak, kadal, dan burung kecil. Dengan mengendalikan populasi hama, khususnya tikus yang sering merusak tanaman dan menjadi vektor penyakit, ular berkontribusi langsung terhadap stabilitas lingkungan pertanian dan kesehatan manusia. Keberadaan ular juga menjadi indikator ekosistem yang relatif sehat, karena ular membutuhkan habitat yang seimbang dan ketersediaan mangsa yang cukup untuk bertahan hidup.
Selain berperan sebagai predator, ular juga menjadi bagian penting dalam jaring-jaring makanan sebagai mangsa bagi hewan lain seperti elang, biawak, dan mamalia karnivora. Interaksi ini menunjukkan bahwa ular berfungsi sebagai penghubung antar tingkat trofik, sehingga hilangnya ular dapat memicu ketidakseimbangan ekosistem, seperti ledakan populasi hama. Oleh karena itu, pelestarian ular secara tidak langsung mendukung keberlanjutan keanekaragaman hayati dan fungsi ekosistem secara keseluruhan.

Di sisi lain, mitigasi potensi bahaya akibat perjumpaan manusia dengan ular perlu dilakukan melalui pendekatan edukatif dan preventif. Upaya seperti pengelolaan lingkungan permukiman agar tidak menjadi habitat tikus, peningkatan kesadaran masyarakat tentang jenis-jenis ular berbisa dan tidak berbisa, serta prosedur penanganan yang tepat saat bertemu ular sangat penting. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat tidak hanya dapat meminimalkan risiko gigitan ular, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kelestarian ular sebagai komponen penting dalam ekosistem.













Universitas Nusa Bangsa (UNB) dengan penuh semangat menyambut kedatangan mahasiswa baru melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025, yang digelar pada Sabtu–Minggu, 11–12 Oktober 2025 di Auditorium Kampus UNB.
Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, dosen, tenaga kependidikan, dan pihak-pihak yang telah bekerja keras demi kesuksesan kegiatan ini.