Talk show Rencana Pembangunan Geopark Pongkor

Bogor, 18 Februari 2020 Dr. Ir. Luluk Setyaningsih, M.Si (Universitas Nusa Bangsa), menjadi moderator talk show dalam Musrenbang Geopark Pongkor Kabupaten Bogor dengan tema “Pemulihan Kawasan Geopark Pongkor pasca Bencana Alam”.

Para Narasumber : Kepala Bapedalitbang Kab Bogor Dr. Syarifah Sofiah, MSi, Advisory Committee of Asia Pacific Geopark Network, Dr. Yunus Kusimahbrata, MSc dan Kabid SDA Kemenkomaritim Anton Setyo, MAgr. PhD. Peserta : Dinas Pariwisata provinsi Jabar, Bappeda Jabar, dan Muspika kab Bogor, Universitas Nusa Bangsa, Perusahaan mitra , LSM, UMKM dll.

Kegiatan Malam Keakraban Fakultas kehutanan (31) Universitas Nusa Bangsa Tahun 2020

Kegiatan MAKRAB (Malam Keakraban) Fahutan merupakan kegiatan rutin tahunan BEM Fahutan. Kegiatan MAKRAB tahun ini dilaksanakan pada 15-16 februari 2020 di Vila Gatot Tamansari. Beberapa kegiatan diantaranya: Pemutaran film kilas balik kegiatan mahasiswa dari tahun ke tahun, tampilan akuistik rimbawan.
MAKRAB bertujuan untuk;
1. untuk meningkatkan keakraban (silaturahim)/kekompakan antara mahasiswa baru, mhsw lama, alumni dan para dosen
2. Untuk meningkatkan wawasan, motivasi rimbawan melalui sharing informasi dan pengalaman antar angkatan dan alumni

PEMILIHAN REKTOR UNIVERSITAS NUSA BANGSA PERIODE 2020-2025

Universitas Nusa Bangsa sedang menggelar hajatan pemilihan rektor periode 2020-2025, panitia memberikan kesempatan kepada semua pihak yang memenuhi persyaratan untuk mendaftar, pendaftaran dibuka pada tanggal 03-18 februari 2020, dan berikut ini adalah jadwal dan persyaratan untuk bakal calon Rektor Universitas Nusa Bangsa :

pengumuman dan jadwal pemilihan rektor periode 2020-2025

 

SEMINAR HASIL EKSPEDISI BENTANG MANAPA MAHASISWA PECINTA ALAM RIMBA (MAPAR) UNIVERSITAS NUSA BANGSA

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 2 November 2019 lalu yaitu Seminar Nasional Hasil Ekspedisi Bentang Manapa dengan tema “Kajian Kekayaan Etnobotani Masyarakat Sekitar Geo-Site Manapa, Geo-Park Pongkor” bertempat di Gedung Pasca Sarjana Universitas Nusa Bangsa. Penyelenggaraan seminar ini merupakan agenda Seminar Nasional yang menjadi agenda tahunan Mahasiswa Pecinta Alam Rimba (MAPAR) Universitas Nusa Bangsa.

Pembukaan kegiatan dilaksanakan langsung oleh Rektor Universitas Nusa Bangsa Bapak Dr.Yunus Arifien, Ir., M.Si. Kegiatan ini dihadiri pula oleh Pejabat Universitas Nusa Bangsa  antara lain Para Wakil Rektor, Dekan, Kepala Biro dan Dosen Universitas Nusa Bangsa.

Bertindak sebagai Narasumber adalah Kepala BAPPEDALITBANG Kabupaten Bogor Ibu Hj. Ir. Syarifa Sofia, M.Si, Bapak Prof. Dr. Ir. Yohanes Purwanto selaku Direktur Eksekutif Komite Nasional Program MAB-UNESCO Indonesia, LIPI dan didampingi oleh Ibu Sulasih, S.P., M.Si selaku Moderator.

Ketua Panitia pelaksana Ekspedisi Bentang Manapa Saudari Meisye Wulandari dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah  peserta seminar kurang lebih 160 orang  yang terdiri dari berbagai kalangan  dari dalam dan luar kampus UNP seperti SISPALA dan MAPALA se-Kota dan Kabupaten Bogor, Siswa Sekolah Menengah Atas, Mahasiswa dan Masyarakat Umum.

Dari materi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Yohanes Purwanto memberikan isyarat dan ajakan kepada peserta khususnya dan kita semua pada umumnya , untuk selalu berprilaku bijak terhadap alam, menjaga alam beserta  segala sumber daya yang ada di dalamnya agar dimanfaatkan secara proporsional, profesional dan beretika/berkarakter. Serta mengajak untuk lebih mengenal imu Etnobotani yang turut berperan dalam upaya konservasi. Sedangkan Ibu Hj. Ir. Syarifa Sofia, M.Si memperkenalkan kekayaan dan potensi yang dimiliki oleh Geo-park Pongkor berupa kekayaan budaya, kekayaan alam geologi dan kekayaan keanekaragaman hayati.

Suasana lebih hangat lagi tampak ketika dibuka sesi tanya jawab, banyak peserta mengemukakan apa yang mungkin selama ini menjadi ganjalan dalam hati peserta  mengenai Etnobotani. Seminar berlangsung  aman dan lancar hingga pukul 13.00 dan ditutup oleh penampilan Kelompok Akustik Camp MAPAR yang membawakan lagu Ibu Pertiwi.

Ucapan terimakasi diucapkan oleh Mahasiswa Pecinta Alam Rimba kepada semua pihak hingga akhirnya dapat terlaksana sesuai rencana. Kegiatan ini pula turut di dukung dan disponsori oleh pihak perusahaan dalam negeri yaitu PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk, yang memiliki rasa peduli terhadap perkembangan Etnobotani yang tersalurkan dalam bentuk dukungan dana.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Nusa Bangsa kembali mengadakan kegiatan Seminar Motivasi yang bertajuk “Skills for a Great Millennial Leader”.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Nusa Bangsa kembali mengadakan kegiatan spektakuler untuk mahasiswa di lingkungan Universitas Nusa Bangsa yaitu Seminar Motivasi yang bertajuk Skills for a Great Millennial Leader”. Kegiatan berlangsung pada hari Senin, 20 Januari 2020, mengundang pakar motivasi terkenal yaitu Dr. Ir. Tri Utomo Wiganarto, MM, EPC, MNLP dengan panggilan akrab yaitu Bapak Wigan.

Mahasiswa milenial di era revolusi industri 4.0 sebagai tulang punggung masa depan bangsa, pemimpin perubahan dan mengisi perubahan di masa depan, apakah cukup bermodalkan IPK tinggi? tentu tidak, ada berapa keterampilan yang harus dimiliki mahasiswa salah satunya adalah kecerdasan emosional/Emotional Quotient (EQ). EQ merupakan kemampuan mengenali perasaan sendiri dan orang lain, memotivasi diri sendiri dan orang lain, serta mengolah emosi dengan baik pada diri sendiri dan orang lain. Hal ini yang ditekankan oleh Bapak Wigan dalam seminar motivasi tersebut. Bapak Wigan menjelaskan, skill penting untuk generasi milenial adalah memiliki pola pikir dan sikap “Winner”  bukan “Looser”.

Menjadi seorang Winner anda harus memiliki sikap:

  • Introspects: introspeksi diri sendiri
  • Grateful: selalu bersyukur
  • Take Ownership: ambil kepemilikan/hidup anda ditentukan oleh anda sendiri

Hindari sikap Looser:

X   Blammer: mencari kesalahan orang lain untuk menutupi kesalahan diri sendiri

X   Excuse: mencari alasan

X   Complain: mengeluh

“Manusia akan selalu berkutat pada pola pikir dan sikap seorang Winner dan Looser,  jika anda merasa berada pada pola berpikir dan sikap Looser, segera sadarkan diri anda untuk pindah pada pola pikir dan sikap sebagai Winner “ kata Bapak Wigan.

Semoga hasil seminar motivasi ini bermanfaat untuk semua. Salam Winner.

Written by: Agung Eka

 

Fakultas Ekonomi Universitas Nusa Bangsa berkolaborasi dengan Universitas Garut untuk melakukan Uji kompetensi tenaga pemasaran operasional bagi Mahasiswa melalui Lembaga sertifikasi profesi UNIGA.

sebagaimana yang diungkapkan bapak Kepala LLDIKTI IV pada saat Rapat koordinasi rektor kampus se jawa barat
bahwa kampus seyogyanya maju bersama-sama dengan mengedepankan Kolaborasi,
Pada hari sabtu tanggal 18 januari 2020 telah dilaksanakan kolaborasi antara Universitas Garut dengan Universitas Nusa Bangsa Bogor dilakukan dalam Uji kompetensi tenaga pemasaran operasional bagi Mahasiswa UNB melalui Lembaga sertifikasi profesi UNIGA. Adapun tujuan dari pelaksanaan uji kompetensi ini adalah sebagai sertifikat pendamping ijasah bagi mahasiswa prodi manajemen dan untuk menambah keahlian mahasiswa lulusan prodi Manajemen. Prodi manajemen berharap kegiatan ini dapat terus berlangsung sebagai jejaring kerjasama dalam rangka peningkatan mutu lulusan prodi manajemen.

FAKULTAS KEHUTANAN UNIVERSITAS NUSA BANGSA MELAKUKAN PRAKTIKUM KONSERVASI TANAH DAN AIR (BINGKAI A, PUPUK BOKASHI, DAN LUBANG BIOPORI)

Dalam rangka meningkatkan kualifikasinya, mahasiswa Diploma III Penyuluhan Kehutanan Universitas Nusa Bangsa melakukan praktikum mata kuliah Konservasi Tanah dan Air (KTA). Praktikum dilaksanakan dalam dua periode. Periode pertama dilaksanakan pada 21 Desember 2019 bertempat di Kampus UNB. Pada kesempatan tersebut dilakukan praktikum pembuatan bingkai A. Bingkai A merupakan alat sederhana yang dapat digunakan untuk membuat garis kontur. Garis kontur adalah garis khayal penghubung titik-titik pada ketinggian yang sama. Hal tersebut menjadi penting pada penerapan pembuatan teras. Teras yang dibuat menurut garis garis kontur akan memberikan manfaat optimal, diantaranya mengurangi resiko erosi (akibat aliran permukaan) dan meningkatkan potensi resapan air ke dalam tanah (infiltrasi)

Bingkai A

Praktikum periode kedua dilaksanakan pada 28 Desember 2019 bertempat di Ciomas. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa diberikan kesempatan untuk melakukan pembuatan pupuk bokashi dan pembuatan biopori. Pemupukan merupakan salah satu kegiatan KTA (kegiatan KTA terdiri dari menjaga, memperbaiki, dan meningkatkan kualitas tanah dan air). Pemupukan perlu dilakukan dalam rangka hal-hal tersebut. Pada dasarnya, setiap material organik akan mengalami pembusukan dan penguraian secara alami. Hasil dari proses tersebut akan menghasilkan pupuk kompos, yang sangat diperlukan oleh tanaman untuk bertumbuh. Pada kenyataannya, proses pengkomposan alami akan berjalan lambat sehingga diperlukan perlakuan khusus agar memperoleh kompos dalam waktu yang relatif cepat. Bokashi merupakan teknik pembuatan pupuk kompos dengan waktu yang relatif cepat. Pembuatan pupuk bokashi melibatkan penggunaan mikroorganisme dalam rangka mempercepat prose pembusukan. Mikroorganisme tersebut dikenal dengan istilah Effective Microorganism (EM4). Penggunaan teknik ini memiliki kelebihan berupa kecepatan pengkomposan material seresah serta tidak adanya bau yang ditimbulkan. Penerapan teknik diharapkan dapat membantu masyarakat dalam pembuatan pupuk agar lebih efektif.

Pembuatan Pupuk Bokashi

 

Selain pembuatan pupuk, pada periode tersebut, mahasiswa dilatih untuk membuat lubang biopori. Biopori adalah suatu teknik KTA denganh cara membuat lubang berbentuk lingkaran di tanah dengan ukuran diameter 10 cm dan kedalaman 1 meter. Lubang tersebut bertujuan untuk meningkatkan aktivitas mikroorganisme dalam rangka menciptakan pori-pori tanah. Peningkatan pori-pori tanah akan berdampak pada meningkatnya kemampuan infiltrasi air ke tanah.

Pembuatan Lubang Biopori

PRAKTIKUM PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI DI TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO

Mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa (UNB) melakukan praktikum mata kuliah Pengelolaan Kawasan Konservasi pada Jumat, 27 Desember 2019. Praktikum dilaksanakan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Pada kesempatan tersebut, praktikum difokuskan pada pengelolaan jasa lingkungan air. Salah satu pemanfaatan air yang sudah berhasil dilaksanakan adalah adanya kerjasama antara TNGGP dengan masyarakat Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Penjelasan Materi Jasa Lingkungan Air di Kantor Bidang Bogor TNGGP

Pemanfaatan jasa lingkungan air merupakan bentuk pemanfaatan non komersial dari mata air Cipadaranten. Kerjasama tersebut didasarkan pada SK Direktorat  Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Nomor 204 tahun 2018 tentang Penetapan Areal Pemanfaatan Air dan Energi Air pada Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Selanjutnya, kerjasama semakin diperkuat dengan dikeluarkannya peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.18/MENLHK/SETJEN/KUM.1/4/2019 tentang Pemanfaatan Air dan Energi Air di Suaka Margasatwa, Taman Nasional, Taman Hutan Raya, dan Taman Wisata Alam. Peraturan tersebut bertujuan untuk :

– pengaturan pemanfaatan air

– penguatan ekonomi masyarakat

– memberikan kepastian hukum dalam perijinan pemanfataan air

Penyerahan Plakat UNB kepada Kepala Desa Naggerang

Pemanfaatan air di Desa Nanggerang diinisiasi mulai tahun 2006 dan diselesaikan pada tahun 2010. Hal kerjasama pemanfaatan air Desa Nanggerang dan TNGGP didasari oleh kondisi pengadaan air bersih yang sulit didapatkan. Pada beberapa wilayah Desa Nanggerang harus menempuh jarak yang jauh untuk mendapatkan akses air bersih. Melalui berbagai pertimbangan, maka diputuskan bahwa penyelesaian masalah tersebut dapat diatasi dengan mengalirkan air dari sumber air Cipadaranten yang terletak di dalam kawasan TNGGP. Setelah melalui perjuangan panjang, pipa air dapat terpasang sepanjang 13 km. Saat ini masyarakat Desa Nanggerang sudah dapat menikmati sumber air bersih yang dikelola oleh mereka sendiri.

fakultas kehutanan universitas nusa bangsa melaksanakan Praktikum lapang mata kuliah Konservasi Flora Fauna 2019

Sabtu, 21 Desember 2019 sampai dengan hari Minggu, 22 Desember 2019 di Suaka Margasatwa Pulau Rambut dengan jumlah mahasiswa 65orang. Suaka Margasatwa Pulau Rambut terdiri dari tiga tipe ekosistem hutan yaitu hutan pantai, hutan sekunder campuran dan hutan mangrove.Suaka Margasatwa Pulau Rambut memiliki tingkat keanekaragaman tinggi khususnya untuk jenis burung. Pada musim berbiak, di pulau ini bisa terdapat sekitar 24.000 spesies burung dan 4.500 spesies burung pada musim lainnya sehingga sering kali Pulau Rambut disebut dengan Pulau Surga Burung (Rambut Island of Sanctuary Birds). Adapun jenis burung yang terdapat di suaka margasatwa ini seperti Cangak Abu (Ardea cinerea), Pecuk Ular (Anhinga melanogaster), Bluwok (Mycteria cinerea), Kowak Malam (Nycticorax nicticorax), Cangak Merah (Ardea purpurea), Kuntul besar (Egretta alba), Kuntul kecil (Egretta garzetta), Kuntul sedang (Egretta intermedia), Kuntul karang (Egretta sacra), Kuntul Kerbau (Bubulcus ibis), Roko-roko (Plegadis falcinellus), dll. praktikum lapang ini bertujuan untuk mengetahui aspek-aspek ekologi

satwa liar di kawasan Suaka Margasatwa Pulau Rambut. Tujuannya adalah untuk:
-Menganalisis keanekaragaman jenis satwa liar
-Mengetahui distribusi jenis satwa liar
-Mengetahui populasi jenis satwa liar
-Mengidentifikasi pemanfaatan serta fungsi habitat bagi satwa liar
-Mengetahui interaksi antar satwa liar
-Mengamati pola pergerakan satwa liar
-Menganalisis gangguan terhadap habitat maupun populasi satwa liar.

Praktikum lapang ini dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih pulau sebagai bentuk aksi nyata mahasiswa Fahutan UNB dalam mendukung konservasi keanekaragaman hayati.

Fakultas kehutanan universitas nusa bangsa melakukan kegiatan praktek mata kuliah manajemen hutan tahun 2019

Praktik Mk.Manajemen Hutan tgl 14 des 2019

dengan jumlah  mahasiswa 46 orang di Bkph Parung RPH Maribaya yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang:
1.tahapan inventarisasi hutan produksi
2. analisis potensi dan keadaan hutan
3.cara menentukan Bonita,KBD dan DKN sebagai dasar penentuan kelas hutan.