PENYULUHAN DAN PENDAMPINGAN KEPADA KELOMPOK TANI HUTAN ‘RIMBA LESTARI’ DALAM AGROFORESTRY LAHAN MIRING DI KAMPUNG NYUNGCUNG DESA MALASARI, KECAMATAN NANGGUNG, KABUPATEN BOGOR

unb.ac.id. Kampung Nyungcung berbatasan langsung dengan Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, memiliki kesepakatan dengan pihak TNGHS dalam pengelolaan Kawasan zona pemanfaatan. Lahan yang telah disepakati telah ditumbuhi tegakan pinus berumur 20 tahun dengan kondisi topografi miring dengan kelerengan rata-rata 50%. Kawasan zona pemanfaatan ini boleh dikelola oleh masyarakat akan tetapi tegakan pinus tidak boleh ditebang karena memiliki fungsi konservasi tanah dan air. Oleh karenanya agar masyarakat memperoleh manfaat yang maksimal pengelolaan Kawasan seperti ini menggunakan system agroforestry, yaitu penanaman campuran antara tanaman berkayu dan tanaman pertanian.

Masyarakat telah melakukan banyak studi bersama pihak Universitas Nusa Bangsa (UNB) maupun pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (KemenLHK), mengenai tanaman apa yang sesuai untuk dibawah tegakan pinus, maka dipilihlah tanaman kopi. Di beberapa wilayah di Jawa Barat, seperti di Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung dan di daerah Cisarua – Bogor telah menunjukkan hasil panen kopi di bawah tegakan pinus. Keberhasilan panen kopi daerah lain tersebut, akan diterapkan pada Kampung Nyungcung, dan berharap daerah ini kedepannya bisa mejadi sentra produksi kopi.

Melihat kondisi masyarakat yang demikian, maka UNB menyusun kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kampung Nyungcung, Desa Malasari, dengan beberapa tahapan kegiatan yaitu penyuluhan kepada anggota KTH Rimba Lestari dengan materi Teknik Penanaman di Lahan Miring, serta materi Budidaya Tanaman Kopi di bawah Tegakan Pinus dengan Sistem Agroforestry. Diharapkan masyarakat memperoleh pencerahan dalam mengelola lahan sehingga memberikan hasil yang maksimal. Tahapan selanjutnya, UNB menyerahkan sejumlah bibit tanaman kopi dan tanaman buah-buahan untuk ditanam pada kawasan hutan dan di lahan kebun milik masyarakat.

Kegiatan PKM tahap pertama yaitu penyuluhan telah dilakukan pada hari Kamis, tgl 8 Desember 2022. Penyuluhan dihadiri oleh anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Rimba Lestari sejumlah 22 orang. Pemateri pertama adalah Bapak Rosario Reza, S.Hut, tenaga ahli dari BPDAS Citarum-Ciliwung. Beliau menyampaikan tentang Teknik-teknik penanaman di lahan miring yang dikenal dengan system terasering. Materi penyuluhan kedua disampaikan oleh Bapak Sunardi, SP., MP, yaitu dosen Fakultas Pertanian UNB yang menyampaikan materi tentang Budidaya Tanaman Kopi di bawah Tegakan Pinus. Penyuluhan ini dibuka oleh Ketua Tim PKM UNB, ibu Kustin Bintani M, S.Hut., M.Si. Kustin menyampaikan dalam sambutannya bahwa UNB akan bersinergi dengan masyarakat khususnya di Kampung Nyungcung agar masyarakat sejahtera dengan pengelolaan Agroforestry, slogan untuk masyarakat Kampung Nyungcung: Leuweung Hejo, Masyarakat Ngejo, yang artinya jika hutan lestari, tetap hijau dan terjaga keberadaannya maka masyarakat juga dapat hidup sejahtera, aman dan tentram.

Kustin juga menyampaikan bahwa setelah penyuluhan UNB bekerja sama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Citarum-Ciliwung akan memberikan dukungan dengan penyediaan bibit dan benih kopi untuk dapat ditanam di Kawasan hutan Kampung Nyungcung seluas 8 Ha. Bibit kopi didatangkan dari Sumedang sejumlah 2.000 batang dan akan ditambah dari bibit swadaya masyarakat sekitar sejumlah 1.000 batang. Sedangkan tanaman buah-buahan sejumlah 2.000 batang. Jadi total bibit yang telah disediakan sejumlah 5.000 batang. Selanjutnya, UNB juga akan mendampingi masyarakat dalam pembangunan persemaian kopi dengan mendukung penyediaan benih kopi dan pupuk alami kepada KTH Rimba Lestari agar masyarakat mandiri dalam bibit kopi. UNB juga menyerahkan sejumlah dana stimulan untuk pembangunan gubuk kerja di kawasan persemaian tersebut. 

PELANTIKAN PENGURUS IKATAN MUSLIM UNIVERSITAS NUSA BANGSA PERIODE 2022/2023

unb.ac.id. Bogor-Pada tanggal 8 Desember 2022, pukul 08.00 s/d 10.00 Wib, Pengurus Ikatan Muslim (IKLIM) Universitas Nusa Bangsa (UNB) telah mengadakan pelantikan terhadap kepengurusan baru periode 2022/2023 di ruang XX Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang dihadiri oleh Wakil Rektor III, Dr. Karmanah S.P.M.Si, Kepala Bagian Kemahasiswaan, Eha Hasni Wahidhani S.E., M.M., beserta seluruh perwakilan Ormawa UNB.

Pelantikan tersebut bertujuan meneruskan kepengurusan IKLIM, meningkatkan solidaritas antar anggota, kerja sama, tanggung jawab anggota, menjaga amanah sesuai dengan sikap ketauladanan Rasulullah Muhammad SAW. yang berakhlakul karimah.

Pada acara, ditetapkan Surat Keputusan Rektor dengan Nomor 135/REK-UNB/F/SK/XII/2022 Tentang Susunan Pengurus Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKK)  Ikatan Muslim (IKLIM) UNB , yang dibacakan oleh Kepala Bagian Kemahasiswaan, Eha Hasni Wahidhani S.E., M.M. Acara dilanjutkan dengan pembacaan Naskah Pelantikan oleh Wakil Rektor III, Dr. Karmanah S.P.,M.Si. Semoga kepengurusan yang baru mampu bertanggung jawab serta bekerja dengan baik guna mencapai tujuan organisasi IKLIM UNB.

Kegiatan Organisasi Ikatan Muslim (IKLIM) Universitas Nusa Bangsa dalam Tema “IKLIM PEDULI” Korban Gempa Bumi, Cianjur-Jawa Barat

unb.ac.id. Pada tanggal  29 September 2022, organisasi mahasiswa Ikatan Muslim (IKLIM) Universitas Nusa Bangsa (UNB) berkolaborasi dengan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang berada di lingkungan UNB, menyalurkan bantuan sebagai bentuk kepedulian kepada para korban gempa bumi yang berada di Cianjur, Jawa Barat.

IKLIM dan semua Ormawa UNB mengunjungi beberapa posko yang berada di Cianjur seperti 1 posko yang berada di Sukatani dan 4 Posko yang berada di Tunggilis, Cianjur Jawa Barat. IKLIM memberikan beberapa logistik seperti sembako, pakaian, jajanan anak, dan lainnya. Banyak rumah yang hancur akibat bencana tersebut, terlebih ada yang terluka dan beberapa yang meninggal. Mirisnya, anak kecil atau balita harus menghadapi kondisi darurat di lokasi bencana.

Pada Posko Tunggilis, IKLIM melakukan Trauma Healing kepada anak-anak dengan mengajak mereka bermain, sehingga dapat melupakan sejenak kejadian bencana yang menimpa mereka. Hasilnya, anak-anak merasa senang dan kembali semangat menjalani kegiatan selanjutnya.

PELATIHAN MAHASISWA KEHUTANAN INDONESIA 2022

unb.ac.id. Bogor-Pelatihan Mahasiswa Kehutanan Indonesia (PMKI) yang bertemakan “Peran dan Sinegritas Indonesia dalam Mewujudkan Target FoLU Net Sink 2030” dilaksanakan di IPB University  Kota Bogor, Jawa Barat pada tanggal 24 s/d 28 November 2022. PMKI ini diikuti mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia berjumlah 80 delegasi dari 23 PC dan PCP yang tergabung dalam Tubuh Sylva Indonesia, salah satunya yaitu Sylva “Universitas Nusa Bangsa”. Acara ini juga merupakan rangkaian dari agenda wajib dari kegiatan Sylva Indonesia, Pelatihan, peran Sylva Indonesia dan diskusi membahas seputar target FoLU Net Sink 2030.

Kegiatan yang diselenggarakan selama lima hari tersebut diisi dengan serangkaian kegiatan yaitu Dialog Nasional Sylva Indonesia, Sylva Training Class, Sylva Training Bootcamp, Seminar Nasional, dan Focus Grup Discusion.  Pada hari pertama tanggal 24 November 2022, dilaksanakan kegiatan Seminar Nasional dengan tujuan menghimpun informasi terkait kebijakan dan pelaksanaan FoLU Net Sink 2030 di Gedung Audit Andi Hakim Nasution, kemudian dilanjutkan dengan Sylva Training Class (Perhitungan karbon lewat biomassa).

Acara dilanjutkan dengan kegiatan Sylva Training Class pada tanggal 25 November 2022 di Pusdiklat Kehutanan, Kota Bogor. Kegiatan tersebut diisi dengan workshop dalam angka pembekalan teori mengenai (1) Karbon dan Biomassa, (2) Konsep dasar Remote Sensing, (3) Remote Sensing dalam pendugaan karbon.

Pada hari ketiga, tanggal 26 November 2022 diadakan kegiatan Sylva Training Boootcamp, yang berlokasi di Hutan Penelitian Dramaga. Pada tanggal 27 November 2022, acara dilanjutkan dengan Seminar Nasional dan Focus Group Discussion, berlokasi di Biotrop. Pada Focus Group Discussion, peserta mendiskusikan tentang bagaimana peran Sylva Indonesia dalam controling FoLU Net Sing 2030. Terakhir, pada malam harinya, rangkaian kegiatan PMKI ditutup secara resmi. Semoga dengan terlaksana kegiatan ini, dapat mempererat tali persaudaraan antara rimbawan se-Indonesia, menambah pengetahuan, dan keterampilan serta rimbawan dapat berperan dalam controlling FoLU Net Sink 2030.

UNIVERSITA NUSA BANGSA MENGGELAR SEMINAR NASIONAL SINERGI RISET DAN INOVASI (SRI)

Universitas Nusa Bangsa menggelar seminar nasional bertajuk Sinergi Riset dan Inovasi di Gedung Auditorium UNB pada Rabu (16/11/2022)

Sebanyak 99 pemakalah hadir secara hybrid menyampaikan hasil penelitian dan pengkajiannya. Para pemakalah ini berasal dari 7 perguruan tinggi, lembaga pemerintah, dan korporat. Tidak hanya datang dari Kota Bogor, sejumlah pemakalah juga berasal dari daerah lain seperti Bandung, Riau, hingga Bali.

Ketua Panitia Seminar Nasional UNB, Sofian Iskandar menjelaskan kegiatan bertema “Peningkatan Sinergi Riset dan Inovasi Menuju Pembangunan Berkelanjutan” ini merupakan seminar rutin yang digelar setiap tahun.
Dirinya menuturkan seminar nasional itu bertujuan sebagai wadah penuangan hasil penelitian dan pengkajian yang telah dilakukan para pemakalah selama ini.

“Kami sebagai lembaga pendidikan memiliki kewajiban melakukan dan menuangkan penelitian dan pengkajian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan ilmiah pemerintah serta bentuk kontribusi para akademisi pada pembangunan berkelanjutan,” ucap Sofian kepada Radar Bogor.
Ia membeberkan, terdapat 5 bidang penelitian yang tersaji pada seminar nasional tersebut, di antaranya bidang ekonomi, pertanian, lingkungan dan kehutanan, sains dan teknologi, sosial humaniora.

Selain itu seminar nasional ini juga diisi pemaparan oleh Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dr. Ir. Bambang Supriyanto.
Dalam paparannya, Bambang mengapresiasi forum yang dihelat UNB ini. Menurutnya, seminar nasional tersebut tidak hanya berorientasi pada jurnal dan publikasi melainkan juga menyelesaikan masalah-masalah kebangsaan di bidang ekonomi, ekologi, dan sosial.

Ia menyampaikan riset dan inovasi memiliki peran mendorong daya saing pasar regional di ASEAN dan internasional. Peran yang dimaksud yakni memimpin jalannya pembangunan berkelanjutan.
Sebab ia menilai setiap keputusan dalam pembangunan mesti didasarkan pada riset dan inovasi. Riset sebagai ilmu pengetahuan dan teknologi sedangkan inovasi merubah IPTEK menjadi barang dan jasa yang efektif serta efisien.

“Seminar nasional ini tujuannya mendorong kesadaran akademisi. Peneliti tidak hanya memikirkan indikator input output tapi juga penyelesaian masalah untuk daya saing kemajuan bangsa dan negara. Dengan demikian hasilnya bisa dinikmati pemerintah sebagai pengambil keputusan, pelaku ekonomi, teknologi membuat efisien dan efektif bagi masyarakat,” jelas Bambang.
Rektor UNB, Yunus Arifien berharap upaya aktif kampusnya dapat mendukung pemberdayaan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia sehingga menyelesaikan masalah yang tengah dialami negara ini.

“Kami juga berharap, seminar nasional ini dapat mempererat hubungan dan kerja sama para peneliti sehingga hasil penelitiannya dapat terus dikembangkan sebagai solusi pemecahan masalah di masyarakat,” ucapnya.

Pemaparan juga disampaikan oleh para pembicara tamu di antaranya Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung (UNILA), Prof. Irwan Sukri Banuwa, Guru Besar IPB dan Ketua Pusat Studi Sawit IPB, Prof. Dr. Budi Mulyanto, Pusat Penelitian Kimia, BRIN RI, Dr. Tjandrawati, dan Ketua LP2M UNB, Dr. Zainal Muttaqin.

 

LOKAKARYA KKNT DIGITAL UNIVERSITAS NUSA BANGSA

Lokakarya KKNT UNB, 22 Oktober 2022

Sabtu, 22 Oktober 2022 UNB menyelenggarakan lokakarya hasil-hasil Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) online dihadiri oleh Rektor UNB, Wakil Rektor, Dekan, Kepala Lembaga dan Biro, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dan Mahasiswa Peserta.  Turut hadir dalam acara lolakarya KKNT ini Dr. Arief sebagai perwakilan Bappeda Kota Bogor. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) KKNT UNB melaporkan bahwa KKNT periode kedua tahun 2022 dengan tema Pemberdayaan Masyarakat  diikuti oleh 7 kelompok dengan lokasi KKNT di Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur.  Setiap kelompok KKNT dibimbing oleh satu orang DPL.  Lokakarya ini diselenggarakan dalam rangka mengevaluasi KKNT yang sudah diselenggarakan dan diharapkan dapat dijadikan bahan perbaikan dan penyempurnaan untuk penyelenggaraan KKNT pada periode berikutnya.   Dr Arif mewakili Ketua Bappeda Kota Bogor   dalam sambutannya menekankan bahwa penyelenggaraan KKNT UNB merupakan wujud kerjasama Pemda Kota Bogor dengan UNB yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pemerintah Kota Bogor, terutama dalam mendukung perbaikan kualitas birokrasi di jajaran pemerintahan, perbaikan infrastruktur dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia yang pada akhirnya akan berujung pada perbaikan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.  Atas nama Pemda Kota Bogor Dr Arif menyampaikan terima kasih atas penyelenggaraan KKNT UNB semoga memberikan manfaat bagi Pemda  dan masyarakat serta bagi UNB sendiri. Rektor dalam sambutan dan sekaligus membuka secara resmi acara KKNT ini, menyampaikan bahwa KKNT merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Dharma Pengabdian Pada Masyarakat dalam penyelenggaraan Pendidikan Tinggi yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para mahasiswa dalam mengaplikasikan teori yang telah diperoleh di bangku perkuliahan sekaligus mendapat pengalaman belajar dalam kehidupan bermasyarakat guna membantu memberdayakan masyarakat di lokasi KKNT. Lebih jauh melalui KKNT diharapkan akan tercipta sinergisitas kampus denganmasyarakat. Momentum KKNT juga dapat dijadikan kesempatan mahasiswa bersama dosen menemukan topik penelitian yang mampu menghasilkan karya ilmiah dan teknologi yang dapat dipatenkan. Melalui lokakarya akan dapat dievaluasi sejauhmana penyelenggaraan KKNT telah dapat mewujudkan tujuan, sasaran, dan pencapaian target yang ditetapkan.  Di akhir sambutannya rektor menyampaikan terima kasih kepada Pemda Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur atas sambutan, kerjasama dan dukungan untuk terselenggaranya KKNT UNB, demikian pula kepada DPL dan panitia yang telah membimbing mahasiswa dan memfasilitasi penyelenggaraan KKNT ini. Kemudian dilanjutkan dengan pembukaan lokakarya KKNT secara resmi.

WISUDA KE 30 UNIVERSITAS NUSA BANGSA

Universitas Nusa Bangsa luluskan 122 mahasiswanya pada Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-30 di Auditorium Kampus UNB, Kecamatan Tanah Sareal pada Sabtu 15-10-2022.

Para wisudawan ini terdiri dari mahasiswa program magister, sarjana, dan diploma di antaranya Fakultas Pertanian, Fakultas Kehutanan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta mahasiswa program pascasarjana.
Rektor UNB, Yunus Arifien mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada para wisudawan karena telah berhasil menyelesaikan studinya. Ia pun mengucapkan selamat pada para orang tua atau wali wisudawan atas perjuangan yang telah ditempuh selama ini.
Yunus menyebut wisuda bukan menjadi akhir perjuangan para wisudawan melainkan awal kehidupan selanjutnya. Maka para wisudawan diimbau untuk terus belajar dan mengembangkan diri.

Dirinya menuturkan kondisi perkembangan dunia memaksa setiap individu untu kdapat beradaptasi dengan cepat. Oleh karena itu dirinya berpesan kepada para wisudawan agar bersiap diri menghadapi tantangan ke depan.

“Saya titip kepada para wisudawan untuk bisa terus beradaptasi dengan perkembangan. Mereka harus bisa terus berinovasi sebab individu yang sukses ialah ia yang cepat beradaptasi dengan perubahan,” terangnya.

Ketua Yayasan PKMK Nusantara, Doddy Imron Cholid berharap para wisudawan dapat terus berkarya dan menoreh prestasi usai. Ia juga ingin wisudawan yang telah banyak menerima ilmu dapat mengimplementasikan kemampuannya sehingga dapat berguna bagi nusa dan bangsa. “Semoga para orang tua bisa terus bangga dengan anak-anaknya,” tambahnya.
Doddy berpesan kepada para wisudawan untuk terus menjaga nama baik kampus di dunia kerja. Usaha keras, ikhlas, integritas, dan cerdas menjadi bekal yang perlu dipegang oleh para wisudawan. “Kita berharap pada wisudawan menjaga nama baik UNB ketika bekerja, berwiraswasta, atau apapun dunia mereka,” tuturnya.
Dirinya mengapresiasi penyelenggaraan wisuda UNB ke-30 kali ini dihelat di gedung auditorium baru. Baginya kehadiran auditorium baru dapat mendorong motivasi mahasiswa dalam berkarya dan terus meningkatkan kualitas diri.

“Auditorium ini selain dipakai untuk acara seperti wisuda, nantinya bisa dimanfaatkan juga untuk seminar atau pelatihan. Dengan begitu maka UNB akan lebih dikenal oleh masyarakat,” ujarnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Muhammad Samsuri merasa bangga dapat hadir di wisuda ke-30 UNB. Ia mengungkapkan UNB menjadi perguruan tinggi yang taat azas, laporan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI)-nya senantiasa 100 persen.
Samsuri menitipkan para wisudawan dan civitas akademika untuk terus membangun UNB agar terus taat azas serta terus memberikan layanan terbaik.
Dirinya menyebut lulus dari perguruan tinggi bukan jaminan kesuksesan. Oleh karenanya ia berharap kepada para wisudawan untuk terus menjadi pembelajar di sepanjang hayat, kerja keras, dan memiliki akhlak mulia.

Universitas Nusa Bangsa Resmikan Auditorium Megah

unb.ac.id. Bogor-Universitas Nusa Bangsa (UNB) resmikan Gedung Auditorium baru pada Jumat, 14 Oktober 2022. Bangunan dengan dekorasi cantik berukuran 24×30 meter ini diresmikan langsung oleh Ketua Yayasan Pengembangan Keterampilan dan Mutu Kehidupan (PKMK) Nusantara, Doddy Imron Cholid dan Rektor UNB, Yunus Arifien.

Yunus mengatakan auditorium tersebut memang sudah lama menjadi impian besar UNB. Bangunan yang memiliki 2 lantai ini berkapasitas 1200-1500 orang. Auditorium ini nantinya akan menjadi tempat digelarnya berbagai seminar dan kegiatan kampus.

“Ini memang sengaja kami bangun untuk dapat menampung banyak orang. Sehingga kegiatan-kegiatan mahasiswa dapat berlangsung lebih semarak dan nyaman,” ujarnya. Dirinya mengatakan, selain menampung kegiatan UNB, auditorium tersebut juga terbuka bagi masyarakat Kota dan Kabupaten Bogor yang ingin menggelar acara di tempat tersebut. “Semoga auditorium ini bisa menjadi kebanggaan UNB, memberikan manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” ucap Yunus.

Auditorium yang dibangun sejak Bulan Mei lalu, nantinya akan dilengkapi ruangan VIP sehingga bisa memberikan kenyamanan bagi para tamu. Bangunan yang menjadi kebanggaan baru UNB ini akan digunakan sebagai tempat wisuda ratusan wisudawan UNB pada Sabtu (15/10/22). “Saya berharap para wisudawan merasa bangga dengan wisuda di auditorium ini dan menjadi bahan cerita bagi keluarganya nanti,” tuturnya.

Ketua Yayasan PKMK Nusantara, Doddy Imron Cholid bahagia dan bangga dengan dibangunnya auditorium tersebut. Ia berharap gedung itu bukan hanya tampak megah namun juga dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). “Pakai sarana ini untuk seminar, pelatihan, kegiatan bermanfaat lain untuk meningkatkan kepemimpinan dan keterampilan. Saya ingin para mahasiswa bisa terpacu dan termotivasi untuk menjadi individu yang terampil dan dapat berguna bagi nusa dan bangsa,” ucapnya.

Terlebih Yayasan PKMK Nusantara memiliki 3 unit akademik lain. Kehadiran auditorium dapat mendorong terwujudnya akademisi yang memiliki kecerdasan, hati bersih, dan badan yang sehat. Doddy mengatakan pemanfaatan auditorium tidak berhenti di kalangan kampus saja melainkan juga terbuka bagi masyarakat sekitar. Dengan begitu UNB semakin dikenal dan diterima oleh masyarakat. “Lewat fasilitas ini bisa memasyarakatkan UNB agar sesuai dengan mottonya mandiri, lestari dan inovatif. Saya pastikan itu bisa tercapai,” pungkasnya.

Universitas Nusa Bangsa Mendampingi Petani Hutan Cisangku, Malasari, Panen Pupuk Hayati Mikoriza

unb.ac.id. Bogor-Dalam rangka meningkatkan keberhasilan rehabilitasi lahan dan hutan dengan aplikasi pupuk hayati mikoriza, serangkaian kegiatan penyuluhan dan pelatihan kepada petani hutan Kampung Konservasi Cisangku, Desa Malasari, Kab. Bogor, telah dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Nusa Bangsa (UNB), dengan Ketua Dr. Luluk Setyaningsih, yang beranggotakan 2 dosen, Nengsih Anen, S.Hut., M.Si., dan Dwi Agus Sasongko, S.Hut., M.Si., serta 2 mahasiswa Fakultas Kehutanan UNB, Azi Gunawan dan Siti Nurhayati.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk Tri Dharma Universitas Nusa Bangsa bidang pengabdian pada masyarakat yang didukung pendanaanya oleh Dirjen Pendidikan Tinggi Ristek, Kementerian Pendidikan Nasional Ristek melalui hibah Pengabdian pada Masyarakat skema Program Kemitraan Masyarakat tahun 2022 (SK 092/E5/RA.00.PM/2022, 023/SP2H/PPM/LL4/2022, 053/Rek-UNB/SK/VI/2022) dalam program Pengembangan Pupuk Hayati Mikoriza oleh Petani Hutan untuk Mendukung Rahabilitasi Lahan Hutan.

Sebelum kegiatan pemanenan pupuk hayati mikoriza (PHM) dilakukan, serangkaian kegiatan pendampingan yang telah dilaksanakan diantaranya, edukasi tentang karakter, manfaat mikoriza, pelatihan cara budidaya PHM dengan pembuatan demplot pengembangan PHM, dan pendampingan dalam perawatan kultur mikoriza.

Setelah kultur dirawat selama lebih kurang 2,5 bulan, dan dilakukan analisa kualitas kultur mikoriza di Laboratorium Biotek Hutan, PPSHB, IPB, menunjukkan perkembangan cukup baik. Hal tersebut ditunjukkan dengan keberadaan spora dan miselia fungi mikoriza yang cukup banyak. Pada bulan ke 3, dilakukan pemanenan sekaligus pelatihan aplikasinya pada semai tanaman hutan.

Pada kegiatan pemanenan pupuk hayati mikoriza, Rabu, 5 Oktober 2022, selain dihadiri oleh para petani hutan peserta pelatihan, muspika Desa Malasari, juga berkenan hadir Dirjend Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) KLHK Dr. Bambang Supriyanto, yang didampingi Setdirjend PSKL Dr. Mahfud, serta dihadiri oleh jajaran CSR PT ANTAM Tbk. Bapak Octa. Pada kesempatan tersebut, Luluk Setyaningsih menyampaikan apresiasi kepada para petani hutan yang telah dengan antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan pengembangan PHM hingga memperoleh hasil panen yang baik.

“Sangat mungkin Petani Hutan Cisangku adalah kelompok tani hutan pertama di Indonesia yang berhasil mengembangkan pupuk hayati mikoriza. Selama ini pengembangan pupuk hayati mikoriza lebih banyak dilakukan oleh akademisi atau industri, sedangkan petani lebih sebagai pihak pengguna. Dengan keberhasilan petani hutan Cisangku dalam memproduksi PHM, kami semakin optimis, teknologi pengembangkan PHM akan lebih cepat tersebar luas dan lebih cepat mewujudkan peningkatan keberhasilan rehabilitasi lahan hutan”, ungkap Luluk.

“Di tengah guyuran hujan, setelah pemanenan dilakukan di bedeng kultur mikoriza, para undangan dan petani hutan Cisangku tetap bersemangat menuju lokasi persemaian untuk mempraktikkan cara mengaplikasikan PHM ke semai tanaman hutan. Caranya mudah, hanya dengan membenamkan 5-10 gram PHM ke media tanam mendekati akar,” terangnya. “Semoga mikoriza hasil produksi petani hutan Cisangku, yang sudah diinokulasikan akan terus bersimbiosis dengan tanaman hutan di sepanjang hidupnya,” harapnya.

Bak gayung bersambut, pada saat Ketua MKK Cisangku, Hendrik, dan Sekdes Malasari, menyampaikan bahwa sangat ingin ada tindak lanjut dari kegiatan pelatihan pengembangan PHM oleh UNB, dengan kegiatan pemasaran dan produksi PHM yang lebih intensif.

Bapak Dirjend PSKL, Dr. Bambang Supriyanto, juga menyampaikan akan memberikan bantuan sarana prasarana untuk scale up pengembangan PHM kepada petani hutan Cisangku melalui skema BangPeSoNa (Pengembangan Perhutanan Sosial Nusantara) Kementrian LHK.

Demikian juga PT ANTAM Tbk UBPE Pongkor yang selama ini telah memanfaatkan bibit tanaman hutan yang diproduksi Petani Hutan Cisangku, akan terus mendukung upaya pengembangan PHM, sehingga bibit tanaman yang digunakan untuk kegiatan reklamasi lahan semakin berkualitas.

Tim Pengabdian UNB pun mengaminkan dan berharap kegiatan pengabdian yang telah dimulai oleh UNB dapat berlanjut hingga terwujud kemandirian petani hutan dan sekaligus meningkatkan keberhasilan rehabilitasi hutan dan lahan.

Mahasiswa KKNT Universitas Nusa Bangsa Bogor Ajak Warga Menggunakan Pestisida Nabati

unb.ac.id. Bogor-Mahasiswa Universitas Nusa Bangsa (UNB) dalam rangka Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) yang tergabung dalam Kelompok 4 dibawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Ir. Ina Lidiawati, M.Si., menyelenggarakan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Desa Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.8
Dalam programnya yang berlangsung sejak 20 Agustus-26 September 2022, mereka mengadakan berbagai program kerja salah satunya yaitu pembuatan pestisida nabati yang nantinya dapat berguna bagi warga di Desa Kencana.
Ide pembuatan pestisida nabati ini sendiri didorong dengan adanya permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok Tani Dewasa (KTD) Abimantra yaitu gangguan hama dan penyakit pada tanaman.
Hama dan Penyakit Tanaman (HPT) merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam budidaya tanaman. Keberadaan HPT dapat mempengaruhi hasil panen, salah satunya dapat menyebabkan penurunan hasil panen. Pengendalian HPT dapat dilakukan dengan pengaplikasian pestisida. Namun penggunaan pestisida secara terus-menerus dapat menimbulkan banyak kerugian seperti penurunan tingkat kesuburan tanah, kerusakan lingkungan, hingga keracunan pada manusia.
Penyuluhan yang diberikan kepada masyarakat berupa pengendalian HPT secara alami dengan memanfaatkan bahan yang telah ada di lingkungan sekitar. Materi yang diberikan yaitu cara pembuatan pestisida nabati dari tanaman pepaya (Carica papaya L) yang diambil daunnya serta kandungan papaya yaitu enzim sistein protease seperti papain dan kimopapain yang dapat mencegah hama seperti kutu, rayap, ulat bulu dan lain-lain.

“Penggunaan pestisida secara berlebihan dan terus menerus, akan berakibat turunnya produktivitas lahan serta ketidakseimbangan ekosistem, oleh karena itu kami menawarkan alternatif yang lebih murah dan aman bagi lingkungan tetapi tetap dapat menjaga produktivitas tanaman,” ungkap Satria Fikri, salah satu mahasiswa KKN-T Universitas Nusa Bangsa.

Salah satu anggota KTD Kelurahan Kencana juga mengatakan bahwa penggunaan pestisida nabati sangat diperlukan karena sayuran yang dihasilkan oleh KTD merupakan sayuran organik “Sebelumnya lahan kami ini memang telah dikelola secara organik tanpa pestisida kimia. Edukasi yang diberikan oleh adik-adik mahasiswa menjadi hal baru yang sangat bermanfaat dan sangat membantu kami, sehingga saya kira akan terus kami terapkan dalam mengelola lahan.” kata salah satu anggota KTD Kelurahan Kencana.