Pelawan Yang Menawan
Author: Ratna Sari Hasibuan Published: 2022 ISBN: 978-623-969884-3 Pages: 69 Country: Indonesia Language: Indonesia Dimension: A5 More DetailsBuku Tahun 2022
Tumbuhan Pelawan merupakan tumbuhan yang memiliki peranan penting untuk masyarakat yang tinggal di Bangka Belitung. Pelawan merupakan tumbuhan khas yang banyak manfaatnya, mulai dari daun, bunga, buah, batang dan akar. Upaya konservasi Pelawan salah satunya dengan melakukan stek pucuk. Stek pucuk merupakan cara perbanyakan vegetatif dengan memanfaatkan tunas atau trubusan dari batang muda yang masih dalam pertumbuhan dengan cara menumbuhkan tunas-tunas aksiler pada media tanam sehingga menghasilkan akar dan selanjutnya ditanam di lapangan. Pelawan merupakan tumbuhan yang semua bagiannya dapat digunakan seperti sebagai bahan pangan maupun sebagai obat herbal dan penopang pertanian masyarakat. Pucuk daun Pelawan dimanfaatkan sebagai teh herbal. Berdasar hasil penelitian, pucuk daun Pelawan mengandung antioksidan. Kapasitas antioksidan suatu senyawa atau ekstrak sering dikaitkan dengan penggunaannya sebagai obat beberapa penyakit degeneratif seperti jantung dan kanker.
Nektar bunga pohon Pelawan merupakan makanan bagi lebah yang menghasilkan madu pahit, yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk diambil madunya. Batang kayu Pelawan dapat dijadikan sebagai kayu bakar karena menghasilkan api yang bagus, panas lebih lama dan abu yang sedikit. Akar pohon Pelawan dapat menjamin tetap tumbuhnya jamur Heimioporus sp. Jamur ini memiliki ciri khas tertentu yaitu berwarna merah dan hanya muncul satu sampai dua kali dalam setahun. Jamur Pelawan mempunyai nilai ekonomi tinggi, dengan harga berkisar Rp 1.000.000,- hingga Rp 2.000.000,-. Pohon Pelawan (Tristaniopsi sp) merupakan inang jamur pelawan yang tumbuh di sekitar sistem perakaran pohon tersebut. Adanya Pohon Pelawan juga memberikan jasa lingkungan lain seperti ekowisata, pengaturan tata air, pengendali iklim dan cuaca, serta penyimpan cadangan karbon merupakan proses pemanfaatan tidak langsung.
