Focus Group Discussion (FGD) mengenai Pemodelan Sistem Dinamik Penggunaan Lahan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor yang didanai melalui Hibah Fundamental Diktisaintek dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2025.

 

Focus Group Discussion (FGD) mengenai Pemodelan Sistem Dinamik Penggunaan Lahan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor yang didanai melalui Hibah Fundamental Diktisaintek dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2025. Kegiatan FGD ini bertempat di Kampus Universitas Nusa Bangsa dan menghadirkan narasumber Dr. Ir. Yunus Arifien, M.Si dari Universitas Nusa Bangsa, Prof. Dr. Ir. Nyak Ilham, M.Si. (BRIN), serta Ibu Rosi Yuliastini, S.Pt., M.M. dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor bekerjasama dengan BEM Pertanian.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh masukan dalam pengembangan model sistem dinamik ketahanan pangan Kabupaten Bogor, khususnya terkait dampak konversi lahan pertanian terhadap ketersediaan pangan jangka panjang. Kabupaten Bogor sebagai wilayah penyangga pangan Jawa Barat dan DKI Jakarta menghadapi tekanan pertumbuhan penduduk dan alih fungsi lahan. FGD membahas tujuan dan metodologi penelitian sistem dinamik (CLD dan SFD), indikator ketahanan pangan, serta hasil validasi dan simulasi model. Hasil simulasi menunjukkan bahwa skenario Business as Usual (BAU) berpotensi menimbulkan defisit beras sejak 2030, sementara kebijakan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) mampu menjaga stabilitas produksi. Kombinasi kebijakan LP2B dan optimasi produktivitas dinilai sebagai skenario paling efektif dalam menjaga ketahanan pangan Kabupaten Bogor hingga 2045. Model yang dikembangkan dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai alat bantu perumusan kebijakan, dengan penekanan pada pengendalian konversi lahan, peningkatan produktivitas berkelanjutan, dan penguatan sistem informasi pangan daerah.

Sementara itu, paparan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor menekankan arah kebijakan nasional yang selaras dengan visi Bupati Bogor dalam mewujudkan Kabupaten Bogor yang Istimewa dan Gemilang. Pelayanan publik difokuskan pada ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan bermutu; distribusi pangan yang merata dan stabil; serta konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA). Kedua paparan dalam FGD tersebut saling melengkapi dan memperkuat pembangunan ketahanan pangan Kabupaten Bogor yang berkelanjutan melalui sinergi kebijakan nasional dan daerah, perencanaan berbasis data dan pemodelan, serta integrasi aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, sehingga mampu menjadi landasan yang komprehensif dalam perumusan strategi dan pengambilan keputusan pembangunan pangan jangka panjang di Kabupaten Bogor.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *