Techno-Tradisi Mangrove: Inovasi Inventarisasi dan Kearifan Lokal untuk Konservasi MangroveBerkelanjutan
Techno-Tradisi Mangrove: Inovasi Inventarisasi dan Kearifan Lokal untuk Konservasi MangroveBerkelanjutan
Talkshow Kolaboratif Kampus UNB dengan Kementerian Kehutanan

Fakultas Kehutanan dan lingkungan Universitas Nusa Bangsa, pada Kamis 6 Des 2025 menggelar sebuah talkshow inspiratif bertajuk “Techno-Tradisi Mangrove: Inovasi Inventarisasi dan Kearifan Lokal untuk Konservasi Mangrove Berkelanjutan” di Auditorium Universitas Nusa Bangsa. Kegiatan ini menghadirkan akademisi, praktisi, serta mahasiswa untuk mendiskusikan integrasi teknologi modern dan pengetahuan lokal dalam menjaga ekosistem mangrove Indonesia.
Talkshow ini menghadirkan narasumber utama Dr. Messalina L Salampessy.S.Hut.M.Si selaku dosen Fakultas Kehutanan dan lingkungan UNB, dan Muhammad Sufwandika Wijaya. S.Si., M.sc, dari Badan Informasi Geospasial, yang membagikan pengalaman serta pemikiran strategis terkait pendekatan community-based yang mengedepankan kearifan local masyarakat pesisir dan pemanfaatan teknologi inventarisasi, seperti drone mapping, remote sensing, sistem informasi geospasial.
Dalam paparannya, para narasumber menekankan bahwa inovasi digital dan kearifan lokal masyarakat pesisir harus dipandang bukan sebagai dua pendekatan yang saling terpisah, melainkan sebagai model kolaboratif yang saling menguatkan. Teknologi inventarisasi yang akurat memungkinkan pemetaan kondisi mangrove secara cepat dan tepat, sementara kearifan local/local ecological knowledge memberikan konteks budaya, sosial, dan pengalaman turun-temurun yang sangat penting bagi keberlanjutan konservasi.
“Techno-tradisi adalah jembatan untuk memastikan bahwa upaya konservasi mangrove tidak hanya berbasis data, tetapi juga berbasis manusia dan budaya dalam bentuk kearifan local ini,” ujar Dr Messalina, yang menegaskan pentingnya integrasi dua pendekatan tersebut.
Acara ini turut dihadiri oleh lebih dari 250 peserta, terdiri dari mahasiswa, dan dosen di lingkup Universitas Nusa bangsa. Antusiasme peserta terlihat dari sesi diskusi interaktif yang membahas tantangan lapangan, peluang pemanfaatan teknologi baru, serta bagaimana masyarakat dapat menjadi aktor utama dalam menjaga kelestarian mangrove.
Dekan Fakultas Kehutanan Prof Luluk Setyaningsih, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kampus untuk mendorong pendidikan lingkungan yang relevan dengan kebutuhan zaman, serta menghubungkan mahasiswa dengan isu-isu strategis pengelolaan pesisir.
Selain itu pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Nusa Bangsa Prof Budi dalam sambutannya menyampaikan bahwa “ mahasiswa perlu sejak dini diajak untuk berperan aktif pada upaya konservasi di masyarakat pesisir, terutama dalam pengelolaan hutan mangrove” .
Acara ini dibuka secara resmi dengan menyampaikan sambutan dari Direktur Rehabilitasi Mangrove Kementerian Kehutanan adalah Dr. Ristianto Pribadi, S.Hut., M.Tourism.
“Kami ingin membangun generasi ilmuwan dan praktisi yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memahami dinamika sosial di wilayah pesisir. Konservasi harus bersifat holistik,” ungkapnya.
Talkshow Techno-Tradisi Mangrove diharapkan dapat mendorong peningkatan pemahaman generasi muda untuk aktif berperan aktif dalam upaya memperkuat konservasi mangrove secara berkelanjutan di Indonesia.





Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!