Universitas Nusa Bangsa Siap Berkontribusi dalam Pengembangan Tata Kelola Social Masyarakat Sekitar Hutan di Kecamatan Nanggung

unb.ac.id. Bogor-Terdapat fakta bahwa terjadi degradasi lahan di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS) akibat dari illegal logging dan illegal mining yang berlangsung paling tidak hingga 2015, walaupun telah  ada pelarangan melalui peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kegiatan tersebut juga ditengarahi menyebabkan terjadinya penurunan kualitas sungai Cikaniki yang berhulu di TNGHS, dan tentunya dapat berdampak krusial bagi sungai Cisadane sebagai muara sungai, juga bagi keberlangsungan hidup masyarakat di Provinsi Jabar dan Banten. Demikian disampaikan oleh Dirjend Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Bambang Supriyanto, mengawali pertemuan dengan para pihak di Kampus Universitas Nusa Bangsa, Bogor, dalam pembahasan rencana kerja sama tentang Pengembangan Social Governance untuk Pelestarian Keanekaragaman Hayati dan Kesejahteraan Lingkungan di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor Jawa Barat.

Namun disisi lain, terdapat fakta pula beberapa potensi unggul disekitar Kawasan TNGHS, diantaranya bahwa  dalam TNGHS maupun daerah penyangga terdapat Objek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) yang dapat dikoneksikan dengan areal wisata lainnya; terdapat masyarakat sekitar TNGHS yang  mempunyai local wisdom dan traditional knowledge untuk pengelolaan hutan yang sampai saat ini masih dilestarikan dan dimanfaatkan untuk keberlangsungan hidup; terdapat PT Antam Tbk. UBPE Pongkor dengan berbagai program Tanggung jawab Sosial Perusahaan; terdapat partisipasi Perguruan Tinggi di Kota Bogor dalam kontribusi terhadap kegiatan-kegiatan pengelolaan hutan dan pengembangan usaha masyarakat melalui program Kampus Merdeka, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Potensi tersebut kiranya dapat dikolaborasikan untuk mewujutkan Pelestarian Keanekaragaman Hayati dan Kesejahteraan Lingungan di Kecamanatan Naggung.  Oleh karenanya, lanjut Dirjend PSKL, menjadi penting keterlibatan para pihak dalam kerjasama tentang Pengembangan Social Governance untuk Pelestarian Keanekaragaman Hayati dan Kesejahteraan Lingungan di Kecamanatan Naggung, Kabupaten Bogor Jawa Barat.

Pembahasan tentang kerjasama pada Selasa, 26 Juli 2022, di Kampus Universitas Nusa Bangsa, selain dihadiri oleh jajaran Direktorat Jenderal PSKL, juga dihadiri perwakilan dari Direktorat Jenderal KSDAE, Rektor UNB dan jajarannya, perwakilan PT ANEKA TAMBANG Tbk, dan Kelompok Tani Hutan Pabangbon Sejahtera dan Kelompok Tani Hutan Ciguha River.

Rektor UNB, Dr. Yunus Arifien, menyambut baik rencana kerja sama tersebut dan siap berpartisipasi dengan mengintegrasikan dan menyelaraskan kegiatan akademik dan non akademik dengan program-program dalam kerja sama dimaksud diantaranya baik dalam program pendampingan guna meningkatkan kapabilitas masyarakat (Petani Hutan), juga kontribusi IPTEK yang berpotensi diterpakan untuk pengelolaan keanekaragaman hayati dan peningkatan kesejahteraan lingkungan.  Diusulkan pula, kiranya Pemda Kabupaten Bogor sebagai pemangku wilayah desa sekitar Kawasan TNGHS, penting untuk terlibat dalam kerja sama ini.

Pembahasan kerja sama untuk menentukan rencana aksi akan dilanjutkan pada pertemuan berikutnya, sehingga dapat terwujud kemanfaatan kerja sama seperti: pembangunan dan penguatan kohesi sosial berbasis tata kelola kelembangaan, tata kelola hutan dan tata kelola usaha; pelaksanaan reklamasi bekas aral tambang (illegal logging dan illegal mining) yang dilaksanakan dengan metoda pentahelix (keterlibatan multi pihak) dan pelaksanaan pembangunan usaha melalui mekanisme public private partnership.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.