PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK HAYATI MIKORIZA KAMPUNG KONSERVASI CISANGKU DESA MALASARI, KEC. NANGGUNG, KAB. BOGOR

unb.ac.id.Bogor-Keberhasilan revegetasi dalam rangka rehabilitasi lahan hutan seringkali terkendala oleh kondisi lahan yang marginal, seperti keasaman/kebasaan tinggi, kandungan bahan organic rendah, ketersediaan hara makro rendah.  Kondisi tersebut memerlukan input teknologi untuk meningkatkan keberhasilannya.  Salah satu teknologi yang telah dilaporkan berbagai pihak, mampu meningkatkan pertumbuhan dan kualitas tanaman hutan dilahan marginal adalah dengan aplikasi Pupuk Hayati Mikoriza (PHM).

Namun demikian masih sangat terbatas pengetahuan maupun kemampuan para pelaku revegetasi, tidak terkecuali para petani hutan, untuk mengaplikasikan PHM tersebut.  Dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang karakter, manfaat mikoriza dan keterampilan untuk mengembangkan serta meng aplikasikannya, maka pelatihan sangat diperlukan.

Tim dari Universitas Nusa Bangsa, yang dipimpin oleh Dr. Luluk Setyaningsih beserta para dosen dan  mahasiswa Fakultas Kehutanan, secara bertahap melaksanakan pelatihan tentang  Pengembangan Pupuk Hayati Mikoriza Arbuskular untuk para kelompok tani hutan dalam mendukung Rehabilitasi Lahan Hutan, tepatnya di Kampung Konservasi Cisangku, Desa Malasari, Kec. Nanggung, Kab. Bogor. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk Tridharma Universitas Nusa Bangsa bidang pengabdian pada masyarakat yang didukung pendanaanya oleh Dirjend Pendidikan Tinggi Ristek, Kementerian Pendidikan Nasional Ristek melalui hibah Pengabdian pada Masyarakat skema Program Kemitraan Masyarakat tahun 2022 (SK 092/E5/RA.00.PM/2022, 023/SP2H/PPM/LL4/2022, 053/Rek-UNB/SK/VI/2022).  Kegiatan telah dimulai sejak Mei dan akan berlangsung hingga akhir tahun 2022, dengan melaksanakan 3 kegiatan pokok, yaitu melakukan edukasi tentang karakter, manfaat mikoriza, yang telah dilaksanakan pada 6 Juni 2022; melaksanakan pelatihan cara budidaya PHM dengan pembuatan demplot pengembangan PHM, yang telah dilaksanakan pada 29 Juni 2022; dan selanjutnya akan dilakukan edukasi cara aplikasi PHM, potensi pemasarannya serta monitoring dan pendampingan akan dilaksanakan hingga akhir tahun 2022.

Peserta kegiatan tidak kurang dari 25 petani hutan, dengan latar belakang tingkat pendidikan beragam dari SD hingga SMA, juga umur beragam dari 18-67 tahun.  Antusias peserta dalam mengikuti kegiatan penyuluhan dan pelatihan cukup tinggi dengan kehadiran dan keteribatan penuh dalam setiap rangkaian kegiatan.  Peserta juga mendapat kesempatan untuk mempraktikkan langsung tata cara  pembuatan demplot kultur mikoriza sebagai bahan untuk memproduksi pupuk hayati mikoriza. Setiap peserta selanjutnya bertugas melakukan pemeliharaan demplot tersebut hingga waktu panen kultur. Dengan pendampingan yang diberikan Universitas Nusa Bangsa, diharapkan petani hutan Cisangku dapat menghasilkan pupuk hayati mikoriza yang berkualitas.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.