Focus Group Discussion (FGD) Kajian Dampak Implementasi Pembelajaran Merdeka Belajar Kampus Merdeka Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Nusa Bangsa

Pada Selasa, 21 Desember 2021, Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion tentang Dampak Implementasi Pembelajaran Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Program Studi Kehutanan, Universitas Nusa Bangsa secara hybrid (daring dan luring).  Kegiatan ini ditujukan untuk menjaring masukan para pihak, terkait pembelajaran MBKM Prodi Kehutanan, yang sedang berlangsung pada semester ganjil Tahun Ajaran  2021/2022.  Selain Mahasiswa, Dosen dan Tenaga kependidikan Prodi Kehutanan UNB, kegiatan FGD juga dihadiri oleh para mitra dalam implementasi MBKM, diantaranya: Dirut PT Hutan Produksi Lestari, Kepala BKPH Ujung Krawang Perhutani, Kepala KPH Produksi Bengkayang Kalbar, Kaprodi Kehutanan Universitas Kuningan, Pusat Standardisasi Instrumen Pengelolaan Hutan Berkelanjutan Badan Standarisasi Indonesia, Kepala Desa Daleman, Kabupaten Klaten. Dekan Fakulktas Kehutanan UNB, Dr. Ir. Luluk Setyaningsih, M.Si., menyampaikan laporan bahwa pada semester ganjil T.A. 2021/2022, Prodi Kehutanan mengimplementasikan  5 model pembelajaran MBKM dari 8 model yang dicanangkan secara nasional, yaitu mengikuti perkuliahan pada Prodi lain di UNB, mengikuti perkuliahan pada Prodi Kehutanan di Universitas Kuningan, Magang Dasar Pengelolaan Hutan Lestari di Perhutani Divre Jabar Banten, Magang Tematik, KKN Tematik.  Dr. Rinekso Soekmadi, Anggota Dewan Pendidikan Tinggi Kementerian Dikbud, yang berkenan hadir sebagai narasumber, mengingatkan bahwa indikator transformasi pendidikan tinggi diantaranya mahasiswa  mendapat pengalaman  di luar kampus, praktisi mengajar di kampus, kelas kolaboratif dan partisipatif serta kerjansama dengan berbagai mitra.

Para mitra yang hadir secara virtual, sangat mengapresiasi kerjansama yang telah dilakukan Fakultas Kehutanan UNB untuk mengimplementasikan MBKM.  Kerjansama tersebut tidak hanya akan memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa, namun juga mendekatkan kebutuhan dunia industri dengan  calon lulusan yang kompeten.   Dalam rangka memperkuat dan mengembangkan MBKM Prodi Kehutanan, dalam FGD ini, para mitra memberikan beberapa saran seperti peningkatan peran mitra dalam perumusan capaian pembelajaran untuk disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, peningkatan fleksibilitas dan memperluas rekognisi pembelajaran MBKM dalam SKS dan mata kuliah, serta meningkatkan kapasitas dosen pendamping dan tutor, serta infrastruktur yang memungkinkan jangkauan pembelajaran jarak jauh lebih memungkinkan dilakukan.

Kegiatan FGD yang dibuka secara resmi pelaksanaannya oleh Rektor Universitas Nusa Bangsa, Dr. Ir. Yunus Arifien M.Si., merupakan rangkaian kegiatan penelitian dampak MBKM dengan bantuan pendanaan program penelitian Kebijakan MBKM dan pengabdian masyarakat berbasis hasil penelitian dan purwarupa PTS tahun anggaran 2021, Ditjen Pendidikan Tinggi Ristek, Kemendikbud Republik Indonesia.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.